DIALOG INTERAKTIF: Pasar Tradisional Miliki Nilai Romantika

1 aradio3
JADI NARASUMBER. Sukirman bersama sahabat usai menjadi narasumber dengan topik ‘Pasar Tradisional Kini dan Dulu’, di Lobi Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (9/2/2019).
(foto priyanto)

โ€‹PEKALONGAN – Pasar tradisional tanpa mengurangi kekhasannya tetap perlu dipertahankan. Revitalisasi menjadi jawaban dari dilema kondisi pasar tradisional. Masalah pasar tradisional menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Seperti pada Dialog Interaktif topik “Pasar Tradisional, Kini dan Dulu” disiarkan langsung dari lobi Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (9/2/2019), Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman yang menjadi narasumber mengutarakan revitalisasi bukan mengubah bentuk pasar melainkan menambah sisi kenyamanan dan mengembalikan fungsi pasar itu sendiri.

Sukirman. (foto priyanto)

“Pasar tradisional menyisakan romantika yang tidak bisa terbayarkan. Hanya saja dilema saat ini pasar terlihat kumuh, kotor, jorok, orang kerap enggan berbelanja hanya karena masalah itu. Perlu ada revitalisasi pasar,” ucapnya.

Peran pemerintah daerah sangatlah sentral dalam merevitalisasi pasar tradisional. Perlu ada political will yang diambil oleh kepala daerah. Dengan demikian penguatan sektor perekonomian menjadi terwujud.

“Pasar tempat berkumpul semua golongan masyarakat. Dinamika ini jarang ada pada pasar modern. Sangat disayangkan kalau kepala daerah enggan merevitalisasi pasar tradisionalnya. Padahal itulah pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan,” ucap dia.

Ungkapan politikus PKB itu mendapat respons dari pendengar. Secara umum menyetujui ada revitalisasi pasar tradisional supaya menjadi tempat yang nyaman berbelanja, barang dagangan higienis, aman. (priyanto/ariel)

Info Lainnya

  • Masyarakat Perlu Bangun Komunikasi Publik yang Berdampak

    SEMARANG – Arus digitalisasi yang bergerak cepat dinilai telah mengubah wajah komunikasi publik pemerintahan. Di tengah derasnya perkembangan media sosial, teknologi digital hingga kecerdasan buatan, humas pemerintah dituntut tidak lagi sekadar menyampaikan informasi formal tapi mampu membangun komunikasi yang cepat, akurat dan berdampak bagi masyarakat.

  • Agung Hariyadi Jabat Posisi Sekwan Jateng

    GUBERNURAN โ€“ Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah 27 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama serta Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng. Pelantikan berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Senin (27/4/2026).

  • Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng

    GUBERNURAN โ€“ Sebanyak 14 nama pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng telah diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis (15/1/2026). Para pejabat tersebut menjadi bagian dari 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Grhadika Bhakti Praja.

  • Setwan Jateng Raih KIP Award 5 Kali Berturut-turut

    SEMARANG โ€“ Dalam perhelatan bergengsi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award 2025, Selasa malam (16/12/2025), Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel dengan meraih predikat ‘Informatif.’ Pencapaian itu menjadi catatan sejarah istimewa karena Setwan Provinsi Jateng berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama 5 tahun berturut-turut.

  • FGD WARTAWAN: Media di Era Disrupsi

    SEMARANG – Perubahan model bisnis kini telah mempengaruhi sejumlah aspek, tidak terkecuali bisnis media massa. Hal itu menjadi sorotan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Media di Era Disrupsi.’