Buka Ruang Dialog, DPRD Tampung Aspirasi Mahasiswa

TERIMA ASPIRASI. Muhaimin saat berdialog dengan para mahasiswa, Kamis (9/4/2026). (foto boy priyanto)
GEDUNG BERLIAN — DPRD Provinsi Jateng menerima penyampaian aspirasi dari mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Semarang Raya dalam aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Aspirasi mahasiswa diterima oleh Anggota DPRD, Muhaimin. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan DPRD memiliki kewajiban menampung berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Aksi diikuti sekitar 200 mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Semarang. Diantaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas PGRI Semarang (Upgris), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).

Sebelum menuju Gedung DPRD di Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, para mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di Boulevard Undip, Jalan Imam Bardjo. Dari lokasi tersebut, mereka berjalan kaki menuju lokasi aksi dan menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan tuntutan bertajuk ‘Kembalikan TNI ke Barak.’ Melalui juru bicara aksi, mahasiswa meminta DPRD menyikapi dinamika yang berkembang di tingkat nasional.
Mereka menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh aparat TNI terhadap warga sipil dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga meminta DPRD turut mendorong agar TNI kembali fokus pada tugas utamanya di lingkungan militer.

Menanggapi tuntutan itu, Muhaimin menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan dicatat dan diteruskan kepada pimpinan DPRD Provinsi Jateng. Selanjutnya, aspirasi tersebut juga akan disampaikan kepada DPR RI, khususnya Komisi III, dan kepada pemerintah pusat.
Ia menambahkan DPRD mendorong DPR RI dan pemerintah pusat untuk mencermati berbagai isu yang dinilai penting dan krusial bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“DPRD Jateng akan terus membuka ruang dialog yang sehat, terukur, dan terarah,” ujarnya.
Ia menilai penyampaian aspirasi tidak hanya dapat dilakukan melalui aksi di jalan tapi juga melalui ruang-ruang dialog dan forum formal agar dapat menghasilkan kontribusi yang konstruktif bagi masyarakat. Aksi unjuk rasa itu sendiri berlangsung sekitar 30 menit.
Mahasiswa menyatakan belum dapat menerima penjelasan yang disampaikan perwakilan DPRD. Setelah itu, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan kembali berjalan kaki menuju lokasi awal berkumpul di kawasan Undip. (rafdan/red.)
