Bisnis Pemeliharaan Tabung LPG 4 Kg Potensial

20240701121812 IMG

PANTAU TABUNG. Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau perkembangan dan pengelolaan Unit Usaha SPJ, yang mengerjakan repaint & retest tabung LPG 3 kg milik Pertamina, Senin (1/7/2024). (foto dwi nugrahini)

BANTUL – Terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng memonitoring perkembangan dan pengelolaan Unit Usaha PT. Sarana Patra Jateng (SPJ), di Kabupaten Bantul Provinsi DI. Yogyakarta, Senin (1/7/2024). Saat berdiskusi dengan jajaran direksi, Hadi Wiyono selaku Direktur SPJ menjelaskan bahwa perusahaannya selama ini mengerjakan repaint & retest tabung LPG 3 kg milik PT. Pertamina.

Selama 2023-2024, kinerja keuangan unit jasa pemeliharaan tabung LPG 3 kg SPJ sebagai anak perusahaan PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) sudah cukup baik. Data SPJ mencatat, pada 2023 jumlah pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 2,62 miliar dan pada 2024 ini atau sejak Januari hingga Mei tercapai Rp 1,14 miliar.

“Kami selalu berkomunikasi dengan Pertamina mengenai volume tabung yang disediakan. Selama ini kami selalu mendapatkan 20.000 tabung LPG 3 kg per bulan dari Pertamina untuk dikerjakan,” katanya, didampingi Untung Juanto selaku Dirut SPJT.

Ia juga mengaku pihaknya sudah mengajukan usulan ke Pertamina agar dapat menambah kuota pemeliharaan tabung per bulannya.

“Ya, itu masalahnya. Kami sudah mengajukan agar kuotanya ditambah tapi Pertamina hanya memberikan kuota 20.000 per bulan,” ungkapnya.

Mendengarnya, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto mengaku apresistif dengan capaian kinerja saat ini. Ia mengskui bisnis pemeliharaan tabung milik Pertamina itu cukup potensial.

“Saya berharap bisnis yang sedang dikerjakan selama ini terus dipacu agar pendapatannya lebih meningkat lagi,” harap Bambang.

Ia juga meminta SPJT dapat melebarkan sayapnya agar bisnis tersebut dapat membuka cabang di daerah lain. Karena, ia menilai bisnis yang dikelola SPJ sangat potensial.

“Sebaiknya bisnis itu dapat dikembangkan dengan mendirikan beberapa cabang di daerah lain sehingga pendapatan yang diperoleh bisa terus meningkat. Kami juga akan menemui PT. Pertamina untuk membahas penambahan kuota tabungnya,” harapnya.

Sriyanto Saputro, Wakil Ketua Komisi C, juga berharap kuota tabung itu dapat ditingkatkan lagi. Dengan begitu, pendapatan yang diterima dari hasil pengerjaan pemeliharaan juga ikut meningkat.

“Bagusnya kuotanya dapat ditambah dari Pertamina agar pendapatan juga naik,” sarannya. (evi/ariel)

Berita Terkait

  • Peran BUMD Didorong Perkuat Sektor Pertanian

    YOGYAKARTA – DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong BUMD untuk mempersiapkan diri menjawab target swasembada pangan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa tengah Bambang Hariyanto Baharudin menjelaskan bahwa sejalan dengan mimpi untuk menjadi lumbung pangan, peran BUMD di bidang pertanian perlu untuk diperkuat.

  • Sukirman Pantau Protokol Kesehatan di Pesantren

    PEKALONGAN – Menghadapi rencana dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (ta’lim wat ta’allum) para santri di beberapa Pondok Pesantren, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman sowan ke kediaman Ketua PCNU Kota Pekalongan KH Muhtarom. Maksud kedatangannya, ingin memastikan Pemerintah berkoordinasi dengan PCNU Kota Pekalongan dalam hal ini Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) agar program Protokol Kesehatan dan Fasilitasi Keberangkatan Santri ke Pondoknya terarah dan tepat.