Pendataan Pekerja Informal Butuh Keterlibatan Masyarakat

FTG

PEKERJA INFORMAL. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal perlindungan pekerja informal di Kantor Disperinaker Kabupaten Magelang, belum lama ini. (foto teguh prasetyo)

MUNGKID – DPRD Provinsi Jateng menilai penanganan dan perlindungan pekerja informal tidak boleh lagi berjalan dengan skema satu arah dari pemerintah. Melalui Raperda tentang Pemberdayaan & Perlindungan Pekerja Informal, pemerintah provinsi mendorong terciptanya partisipasi aktif masyarakat melalui pembentukan wadah komunitas serta kolaborasi dengan lembaga non-pemerintah (NGO).

Ketua Komisi E , Messy Widiastuti, menegaskan pentingnya keberadaan wadah atau kelompok masyarakat di tingkat tapak. Kehadiran wadah itu dinilai krusial agar penyampaian aspirasi, pendataan hingga koordinasi jaminan sosial tidak lagi sporadis.

“Harus ada wadah di antara mereka, supaya kita menanganinya lebih mudah dan lebih mengerucut. Tentunya santunan-santunan yang ada itu akan kita koordinasikan, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan lainnya sehingga tidak tumpang tindih,” ujar Messy, usai berdiskusi dengan Dinas Perindustrian & Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, belum lama ini.

1001076892

Messy menjelaskan besarnya populasi pekerja informal—khususnya pada kelompok masyarakat kurang mampu di rentang desil 1 hingga 5—membuat beban perlindungan sosial tidak mungkin dipikul oleh anggaran pemerintah daerah (APBD) semata. Oleh karena itu, raperda tersebut dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi keterlibatan lembaga non-pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat dalam memperluas cakupan perlindungan.

Senada, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Dipa Yustia Pasa menjelaskan komunitas dalam bentuk federasi atau persatuan juga bisa membantu dalam pemberian bantuan hukum. Tak jarang pekerja informal memiliki kerawanan di sisi hukum sehingga perlu bantuan perlindungan hukum.

“Nanti mungkin yang paling detail adalah di pergubnya. Memang harus ada kelompok masyarakat yang bisa membantu warganya sehingga kita akan mudah berkomunikasi,” tambahnya.

1001076895

Pentingnya kelembagaan berbasis masyarakat itu terkonfirmasi dari potret ketenagakerjaan di Kabupaten Magelang. Kepala Disperinaker, Siti Zumaroh, memaparkan sektor informal di wilayahnya sangat dominan dimana kelompok ‘berusaha sendiri’ mencapai 33,12% dan ‘pekerja keluarga/tidak dibayar’ sebesar 25,76%. Untuk melindungi para pekerja rentan—seperti buruh tani tembakau dan guru ngaji—Pemkab Magelang menargetkan perluasan Bantuan Pendaftaran Iuran (BPI) Jamsostek dari 2.144 peserta menjadi 7.434 peserta. (azam/red.)

Info Lainnya

  • Anak Muda Perlu Ikut Berperan dalam Pembangunan Daerah

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomika & Bisnis Unnes berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian, Selasa (22/9/2026). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa tapi ingin menimba ilmu mengenai lembaga legislatif

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Cakupan Media Tipe mainstream…