Kebun Benih Kandeman Diharapkan Bisa Suplai Bibit Unggulan

WhatsApp Image 2023 05 11 at 12.57.06

KUNJUNGAN LAPANGAN: Jajaran Komisi B saat berkunjung ke Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kandeman, Batang.(foto: ervan ramayudha)

BATANG – Budi daya sejumlah tanaman yang dikembangkan Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kandeman, Batang mendapatkan perhatian dari Komisi B DPRD Jateng. Sekarang ini TPH Kandeman mampu membudidayakan tanam Srikaya, Kelengkeng, dan Durian.

Menurut Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni, budi daya tanaman sangat diperlukan terlebih hasil panen mampu memenuhi pangsa pasar domestic maupun internasional. Kedatangan mereka ke TPH Kandeman, Senin (8/5/2023), untuk mengetahui konsep pengembangan budi daya maupun permasalahan yang dihadapi supaya mendapatkan solusi ke depannya.

“Apakah benih tanaman pangan yang dikembangkan TPH Kandeman bisa memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Tren saat ini, hasil perkebunan banyak dicari oleh petani. Kalau stok mencukupi tentu sangatlah bagus,” ucapnya di sela-sela pertemuan yang turut dihadiri  Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Banyumas  Endang Tri Hartati.

Dalam paparannya,  Endang menyampaikan,  sekarang ini di Kebun Benih TPH Kandeman  telah memiliki 94 pohon induk seperti Srikaya, Kelengkeng, Durian. Dalam pengembangan bibitnya memiliki 1.882 pohon. Capaian PAD 2023 Kebun Benih Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) Kandeman saat ini baru mencapai Rp. 46.125.000 atau baru 7,37% dari capaian target Rp. 625.550.000.

Menyinggung SDM, Kebun Benih TPH Kandeman memiliki 16 orang tenaga kerja meliputi 7 orang tenaga kerja harian lepas, 6 orang tenaga teknis, 1 orang PNS sebagai coordinator, 1 orang outsourcing  dan 1 orang penjaga malam.

Endang Tri Hartati menambahkan, mengenai permasalahan untuk permintaan pasar yang berubah-ubah, target produksi buah secara berkesinambungan belum tercapai. Terlebih mengenai kondisi embung sebagai penampung air belum memadai karena masih perlu dilakukan perbaikan.  

“Kegiatan penyiraman tanaman terkendala karena belum adanya jaringan irigrasi secara permanen, anggaran untuk pemupukan tanaman masih rendah, Ketersediaan anggaran yang tidak sesuai dengan luasan lahan produktif, belum tercukupi SDM baik secara kualitas maupun kuantitas, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai seperti jalan usaha tani, pagar keliling dan fasilitas umum pendukung,”ucapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap berupaya keras untuk memaksimalkan kondisi yang ada. Pengadaan bibit serta pengembangannya terus dilakukan.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • Didodok, Raperda Penyelamatan Lahan Kritis

    SURAKARTA – Kesadaran akan vitalnya fungsi ekosistem di tengah ancaman bencana alam yang kian nyata mendorong Komisi B DPRD Provinsi Jateng mempercepat langkah legislasi. Salah satunya dengan menyambangi Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah X di Kota Surakarta, Selasa (16/12/2025), terkait penyusunan menyusun Raperda Tata Kelola Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah.

  • Bagus, Perkembangan Tlogo Resort Tuntang

    TLOGO RESORT. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama jajaran manajemen CMJT dan Tlogo Resort membahas soal perkembangan kinerja, Jumat (25/2/2022). (foto choirul amin) TUNTANG – Komisi C DPRD Provinsi Jateng melaksanakan monitoring terkait perkembangan dan pengelolaan Unit Usaha Perkebunan dan…

  • Bisnis SPJ di Bantul Perlu Ditingkatkan

    BANTUL – Terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng memonitoring perkembangan dan pengelolaan Unit Usaha PT. Sarana Patra Jateng (SPJ), di Kabupaten Bantul Provinsi DI. Yogyakarta, Senin (19/1/2025). Saat berdiskusi dengan jajaran direksi, Hadi Wiyono selaku Direktur SPJ menjelaskan bahwa perusahaannya selama ini mengerjakan repaint & retest tabung LPG 3 kg milik PT. Pertamina.

  • Kaum Muda Gelorakan Etos Kesetiakawanan Sosial

    GEDUNG BERLIAN : Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng H Soenarno mengingatkan supaya etos kebersamaan dan kesetiakawanan sosial supaya tak luntur di era sekarang ini. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19, semangat kegotongroyongan untuk terus dihidupkan supaya beban masyarakat bisa ringan