Dewan Berharap Sektor Pariwisata Segera Pulih

7

PIMPIN PERTEMUAN : Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni memimpin pertemuan dengan pengelola pariwisata di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. (foto setyo herlambang)

WONOGIRI – Waduk Gajah Mungkur dan beberapa kawasan objek wisata di Wonogiri turut berdampak penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis. Hal tersebut mengemuka dalam tinjauan Komisi B DPRD Jawa Tengah ke Taman Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, Rabu (7/10/2020).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata Wonogiri Sentot Sujarwoko menuturkan, dampak kelesuan pariwisata karena penyebaran Covid-19 yang begitu masif.

Terlebih beberapa event wisata baik berskala nasional hingga internasional terpaksa dibatalkan demi mencegah penularan yang begitu luas. Selain itu, beberapa sektor wisata yang dikelola swasta seperti water boom juga harus tutup total mematuhi protokol kesehatan pemerintah.

Sebagai informasi, pendapatan asli daerah Kabupaten Wonogiri dari sektor pariwisata pada 2020 per Januari sampai Maret hanya menyumbang Rp 895.813.800.

“Dampak Covid-19 sangat di sektor pariwisata sangat terasa. Penurunan jumlah wisatawan ditambah tutupnya tempat wisata awal Maret lalu sangat terasa sekali. Selain menutup sektor wisata yang dikelola pemerintah daerah, sektor milik swasta dan BUMDes juga mengalami hal sama. Ini mengakibatkan roda perekonomian bagi pegiat UMKM juga ikut tersendat,” tutur dia.

Komisi B Pantau Taman Rekreasi
Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur

Menanggapi, Wakil Ketua Komisi B Sri Maryuni berharap setelah Covid-19 mereda sektor wisata bisa dapat kembali bangkit, karena sangat berperan dalam meningkatkan pendapat daerah. Selain sektor wisata, UMKM nantinya dapat ikut bangkit lagi sebagai implus pergerakan ekonomi di tingkat daerah dengan potensi wisata yang dimiliki. Disisi lain, legislatif jateng terus mengkaji peraturan tentang penguatan ekonomi kreatif.

“Kami sangat berharap, Jawa Tengah dapat segera bangkit dari Covid-19. Kami sangat paham, adanya penutupan karena dampak cavid juga membuat lokasi wisata tidak terkelola dengan baik. Di sisi lain, kalangan legislatif tengah berupaya mengkaji peraturan daerah tentang penguatan ekonomi kreatif yang nantinya sangat punya peran mendorong pendapatan daerah. Pendapatan tersebut juga bagian dari penguatan sektor wisata yang saat ini menjadi primadona,” terang legislator PAN. (tyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi E Dukung Peningkatan Kualitas Kinerja OPD 2021

    GEDUNG BERLIAN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng kembali melanjutkan pembahasan Rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 dengan seluruh mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Komisi E, Selasa (23/6/2020). Kali ini, pembahasan menyoroti sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, dan bidang olahraga kebudayaan.

  • DIALOG PARLEMEN: Dorong Pendapatan Daerah Jateng 2020

    SURAKARTA – Dalam sesi kedua ‘Dialog Parlemen’, tema yang diambil yakni ‘Pendapatan Daerah’. Pada sesi tersebut, Komisi C DPRD Jateng menunjukkan ketertarikannya saat Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Tavip Supriyanto dan Pengamat Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang Andreas Lako menjelaskan soal pertumbuhan pendapatan.

  • Pelajari Tata Kelola Aset di Sumsel

    PALEMBANG – Hingga kini, masih banyak aset daerah yang belum dikelola secara optimal. Untuk itu, Komisi C DPRD Provinsi Jateng berupaya mengoptimalisasi aset tersebut dengan mempelajari tata kelola aset yang baik di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

  • Komisi C Dukung Upaya Kejar Target 2021

    GEDUNG BERLIAN – Rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kembali memasuki pembahasan di hari kedua di Ruang Rapat Komisi C, Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Pahlawan Kota Semarang, Selasa (23/6/2020). Rapat yang diikuti 13 organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membahas target pencapaian dan realisasi Tahun 2020 yang nantinya akan menjadi masukan dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mendatang.