Komisi D Minta Embung Kebasen Bisa Aliri Daerah Seluas 13,50 Ha

20200305113709 IMG 1855

LIHAT EMBUNG. Ketua Komisi D Alwin Basri beserta anggota yang lain melihat hasil pembangunan embung Kebasen di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.(Foto: Teguh Prasetyo)

SLAWI – Komisi D DPRD Jateng bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah meninjau hasil pembangunan embung Kebasen di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (5/3/2019). Embung seluas 5.176 m2 dan kedalaman 4,50 meter itu mempunyai daya tampung sebanyak 11.447,20 m3 air.

Komisi D meninjau embung Kebasen

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri menilai pembangunan dan kebermanfaatan embung tersebut tergolong bagus. Mengingat, embung yang berada di area lahan pertanian itu mampu mengairi daerah sekitar embung hingga 13,50 hektare.

“Pembangunan juga bagus dan tepat waktu, mulai 30 agustus 2019 selesainya 12 Desember 2019. Dengan nilai kontrak pembangunan sebesar 1,9 M, dari pagu anggaran yaitu Rp 2,5 miliar, jadinya turun kurang lebih 20%. Jadi ini sudah selesai, sudah bagus,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut di sela kunjungan.

Senada dengan Alwin, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menilai pembangunan embung baik dan dilengkapi dengan kolam lumpur. Nantinya, fungsi utama embung Kebasen adalah untuk mengurangi banjir dan mendukung musim tanam kedua (MT 2). Dengan skema sebagian air dari Sungai Kebasen yang mengarah ke Sungai Kaligung dialirkan ke embung guna cadangan air di musim kemarau.

“Sebagai catatan, karena rata-rata embung yang dibangun oleh pemerintah provinsi itu di bawah persawahan petani. Yang menjadi problem adalah cara pengambilannya. Rata-rata masyarakat masih menginginkan ada inventarisasi pompa yang nanti diletakkan di embung dan digunakan bersama oleh masyarakat,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso saat bersama petani

Selain memantau kondisi fisik embung, dalam kesempatan itu Komisi D juga menyempatkan berdialog dengan petani yang ada di sekitar embung. Dengan harapan bisa mendapatkan masukan terkait pengelolaan dan pemanfaatan embung ke depannya.(teguh/priyanto)

Berita Terkait

  • Dukungan Pusat Dinantikan untuk Pengembangan Pariwisata

    JAKARTA – Komisi B DPRD Jateng menginginkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata memberikan konsep dari pengembangan pariwisata yang dapat turut serta mengangkat perekonomian lokal lewat UMKM. Konsep tersebut nantinya  akan diimplementasikan ke dalam draf Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataan di Jateng.

  • KBH di Kabupaten Pekalongan Mampu Sumbang PAD

    SAMBANGI KEBUN. Komisi C DPRD Jateng saat berkunjung ke KBH Karanganyar di Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/4/2019). (foto sunu andhy purwanto) KAJEN – Komisi C DPRD Jateng kali ini tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat mengunjungi Kebun Benih Hortikultura (KBH) Karanganyar Kabupaten Pekalongan,…

  • Kinerja Kebun Benih Masaran Sragen Memuaskan

    SRAGEN – Komisi C DPRD Jateng mengapresiasi kinerja Kebun Benih Padi Masaran Kabupaten Sragen yang pada 2018 lalu mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 334,6 juta. Menurut Anggota Komisi C, Muhammad Rodhi, setoran tersebut lebih besar Rp 92,5 juta atau meningkat 38% dibanding pada tahun sebelumnya.

  • Sukirman: Ormas Keagamaan Berperan Mendidik Masyarakat

    PEMALANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menghadiri acara peletakan batu pertama Kantor Sekretariat Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, baru-baru ini. Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Pemalang KH. Mukhlasin, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Ajeng Triyani, beserta perangkat daerah Kecamatan Ampelgading.