Jogja Jadi Percontohan Ekonomi Kreatif

2

LIHAT BATIK. Komisi B DPRD Jateng melihat koleksi batik di Kampung Batik Giriloyo.(Foto: Choirul Amin)

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat perlu melindungi para pelaku ekonomi kreatif. Dari mereka berbagai inovasi untuk perkembangan perekonomian dan pariwisata di daerah terlahir.

Dengan demikian, para pelaku tersebut bisa lebih bergairah untuk memajukan sektor perekonomian di Jawa Tengah. Hal inilah yang melatarbelakangi DPRD terlebih Komisi B ingin membidani lahirnya Perda Ekonomi Kreatif.

“Rancangan peraturan daerah penguatan ekonomi kreatif di Jawa Tengah terus digodog oleh kami di Dewan. Tujuannnya jelas untuk menyejahterakan masyarakat Jateng yang berkecimpung dalam industri ekonomi kreatif,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly A Alkatiri saat bersama Komisi B menyambangi Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (13/2/2020).

pertemuan Komisi B dengan Dinas Pariwisata DIY

Dengan adanya perda tersebut nanti, masyarakat di sekitar objek-objek yang tersebar di wilayah Jateng mampu mengembangkan kreasinya. Sehingga hasilnya bisa mendongkrak sektor pariwisata.

Sri Marnyuni di galeri di kampung batik Giriloyo

Sementara, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Marnyuni mengungkapkan Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Karena banyak destinasi-destinasi baru yang sangat menarik untuk dikunjungi.

“Kami ke sini untuk mencari bahan dan informasi untuk raperda penguatan ekonomi kreatif. Karena Jogja sendiri sudah terkenal. Dengan latar belakang yang hampir sama, sehingga kami ingin memperoleh masukan untuk penyusunan Raperda.”

Komisi B melihat batik-batik

Politikus PAN ini mencontohkan salah satu persoalan yang sering dikeluhkan oleh para pelaku industri ekonomi kreatif adalah ketiadaan penghargaan dan perlindungan atas hak cipta karya. Begitu pula, peran dan tanggung jawab pemerintah daerah selama ini belum terjabarkan secara definitif.

“Nantinya Raperda ini sebagai turunan dari amanah undang-undang sekaligus menyiapkan kebijakan program dan anggaran yang memadai untuk menata dan mengelola perkembangan ekonomi kreatif secara lebih teknis sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jateng,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Rose Sutikno menjelaskan untuk mengimplementasikan mimpi besar tersebut, pihaknya menggandeng semua stakeholder untuk bergerak bersama memajukan sektor pariwisata.

“Sampai sekarang yang kami lakukan yaitu memaksimalkan semua stakeholder untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Jogja. Dengan begitu, secara otomatis para pelaku ekonomi akan ikut terjun di situ. Sehingga semua sektor saling bekerja sama,” imbuhnya.

Selain itu, Rose melanjutkan dari kalangan OPD maupun SKPD ikut berperan mengadvokasi para pengusaha ekonomi kreatif. Dari peralatan, akomodasi, hingga penginapan. Pun juga memberikan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat di sekitar desa wisata.(amin/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi E Dukung PGRI Tuntaskan Nasib Guru Honorer

    GEDUNG BERLIAN – Komisi E menerima audensi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, Senin (19/6/2023), di ruang rapat. Pertemuan itu menindaklanjuti rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk mengusulkan penambahan guru honorer. PGRI berpendapat sampai saat ini pemprov belum memberikan keterangan terkait rencana penambahan guru honorer.

  • Tata Kelola JEC Perkuat Data & Informasi dalam Draft Raperda PRPP

    YOGYAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memperkuat data dan informasi guna melengkapi pembahasan Raperda tentang Perubahan Status PT Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perseroda ke Jogjakarta Expo Center (JEC) Provinsi DIY, Jumat (6/11/2020). Disana, rombongan dewan diterima Kabid Pengelola Barang Milik Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DIY Adi Nugroho dan Kabid Bina Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Indarti Sri Untari Merdekawati.

  • Modernisasi Peralatan BLK Guna Hasilkan Tenaga Kerja Andal

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Jateng sangat mendorong upaya pembaruan alat-alat kerja serta penguasaan keterampilan dari para pendidik supaya balai Latihan kerja bisa menghasilkan calon tenaga kerja yang andal. Penegasan tersebut diungkapkan Ketua Komisi E Abdul Hamid saat memimpin rombongan berkunjung ke Balai Latihan Kerja Provinsi (BLKP) Pemprov Jateng di Kecamatan Klampok, Banjarnegara, Senin (27/2/2023).

  • RAPAT PARIPURNA: Jateng Raih Opini WTP ke-12 dari BPK

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman bersama pimpinan dewan (pimwan) lainnya Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono, dan Quatly Abdulkadir Alkairi membuka rapat paripurna, Senin (22/5/2023). Agenda yang dibahas yakni penyerahan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemprov Jateng.