Pemuda Jadi Kunci Tekan Kemiskinan di Jateng

IMG 20260414 WA0098

SOAL PEMUDA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinsos PPKB & P3A Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/4/2026), membahas soal pemuda. (foto rahmat yasir widayat)

WONOGIRI – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menilai pemuda menjadi salah satu basis yang kuat untuk pengentasan kemiskinan. Hal itu mencuat dalam diskusi mengenai implementasi Peraturan Daerah No 13/2025 yang dilakukan Komisi E bersama Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, & Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Kabupaten Wonogiri. Selasa (7/4/2026).

Yudi Indras Wiendarto, Wakil Ketua Komisi E, menegaskan bahwa angka kemiskinan sebesar 9,32% merupakan sebuah prestasi. Namun, ia berharap kemiskinan terus ditekan, salah satunya meningkatkan partisipasi pemuda untuk bisa mendongkrak keluar dari Desil I hingga V.

“Setelah kemarin berbasis desa, lebih spesifik menemukan lagi berbasis pemuda. Setelah dilihat, pemuda di Jateng ini masih ada yang masuk desil I sampai IV. Peluang IT masih terbuka lebar dalam industrinya, bisa jadi di Wonogiri ini bisa menjadi ekosistem untuk pengentasan kemiskinan. Di Wonogiri ini ada yang membuktikan dari memanfaatkan IT bisa mendunia, itu tidak hanya mengangkat secara personal tetapi juga ikut menyerap tenaga kerja di Wonogiri,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2025 mencapai 3,34 juta orang atau 9,39%. Angka itu menurun dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 9,48% dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang. Data tersebut menunjukan bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan angka kemiskinan di Jateng.

Anton Tiyas Harjanto selaku Kepala Dinas Sosial PPKB & P3A Kabupaten Wonogiri menjelaskan salah satu upaya pengentasan kemiskinan yaitu kolaborasi dengan kelompok pemuda seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dalam mencetak wirausaha muda di tingkat lokal. Tujuannya guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggandeng Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) untuk berperan aktif dalam program pengabdian masyarakat, dan pendampingan sosial. Sekaligus, pengembangan inovasi teknologi tepat guna bagi keluarga kurang mampu. (azam/red.)

Berita Terkait