Akses Jembatan Antarkabupaten Layak Mendapat Perhatian Serius

IMG

PANTAU JEMBATAN. Komisi D DPRD Provinsi Jateng melihat infrastruktur Jembatan Kabanaran, Kabupaten Bantul DI. Yogyakarta, Selasa (14/4/2026). (foto choirul amin)

YOGYAKARTA – Pembangunan Jembatan Kabanaran (Pandansimo) di Kabupaten Bantul DI. Yogyakarta menjadi perhatian Komisi D DPRD Provinsi Jateng. Untuk itu, Dewan ingin mendapatkan data dan informasi dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI. Yogyakarta terkait pembangunan tersebut.

Setibanya di lokasi jembatan, Selasa (14/4/2026), rombongan dewan diterima Kabid Preservasi BBPJN II Ditjen Bina Marga Kemen PU Aris Rusdianto bersama jajarannya. Pada kesempatan itu, Arif menjelaskan bahwa Jembatan Kabanaran menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo.

“Jembatan ini merupakan akses penunjang utama di Jalur Lintas Selatan atau Pansela (Pantai Selatan) yang membentang dari Jatim hingga Banten,” katanya.

Mendengarnya, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Joko Purnomo mengatakan sangat mendukung program pembangunan nasional tersebut. Harapannya, Kemen PU juga mendukung akses serupa di wilayah Jateng, yang menghubungkan 2 kabupaten.

“Mudah-mudahan ada juga di wilayah Jateng yang hampir mirip situasi dan kondisinya seperti disini untuk diusulkan (pembangunan jembatan) ke pemerintah pusat,” kata Joko.

Dari keterangan yang diterima Komisi D, di wilayah Jateng ada kondisi serupa yakni akses di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap. Hanya saja, pihak Kemen PU masih melakukan kajian agar pembangunannya masuk dalam prioritas anggaran dari APBN.

“Untuk di wilayah Jateng, masih ada Kebumen-Cilacap yang belum digarap karena terkendala wilayah perbukitan sehingga masih dilakukan analisa dan tahun ini belum bisa prioritas anggaran,” tandasnya.

Sebagai informasi, anggaran pembangunan Jembatan Kabanaran berasal dari APBN dengan nilai Rp 863,72 miliar. Panjang jembatan 675 meter dan lebarnya 24 meter dengan total penanganan 2.300 meter. (ariel/red.)

Berita Terkait

  • MKD DPR RI Diminta Hadiri Pertemuan BK se-Jateng di Solo

    SEMARANG – Ketua Badan Kehormatan DPRD Prov. Jateng Stephanus Sukirno menghadiri kunjungan kerja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI di Polda Jawa Tengah, Selasa (21/6/2022). Dalam kunjungan itu, rombongan diterima Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi beserta Wakapolda Brigjen Pol Abioso Seno Aji beserta jajarannya bersama stakeholder di Gedung Borobudur, kompleks mapolda.

  • Pengelolaan Terminal Tawangmangu Jadi Role Model Raperda No 1/2020

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan ke Terminal Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jumat (23/2/2024). Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D Alwin Basri, rombongan berdialog mengenai kondisi dan rencana pengembangan terminal dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah serta Pengelola Terminal Tipe B tersebut.

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Pengembangan Potensi Desa dengan Teknologi Digital

    UNGARAN  –  Alpukat dan kopi telah menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Semarang. Perlu sentuhan marketing digital supaya kedua komoditas tersebut bisa mampu menembus pasar ekspor.  Dalam Sosialisasi Non-Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah di Aula Kantor Balai Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Selasa (15/11/2022), digelar oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir secara virtual.

  • Didorong, Sertifikasi Tanah SLB Purwantoro

    WONOGIRI – Komisi A mendorong pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwantoro Kabupaten Wonogiri untuk bisa segera menyelesaikan masalah pengelolaan aset yang belum diserahkan kepada Pemprov Jateng. Akibat dari belum dilakukan sertifikasi aset, Pemprov Jateng belum bisa memberikan alokasi anggaran pengembangan pendidikan. Desakan sertifikasi aset itu dilontarkan Ketua Komisi A Muhammad Saleh di hadapan pihak SLB Purwantoro, Rabu (27/1/2021).

  • MEDIA TRADISIONAL: Gelar Kesenian di Lereng Pager Jawa Kebumen

    KEBUMEN – Berlokasi di Desa Kalibening Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen, Minggu (15/10/2023), Anggota DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo menggelar acara ‘Nguri-uri Budaya Kesenian Tradisional: Grebeg Maulud Lereng Pager Jawa.’ Acara itu merupakan rangkaian kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional.’