TANAMAN EKSPOR. Sumanto bersama para petani dalam FGD yang membahas potensi ekspor tanaman hias di Pendopo Desa Nglurah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/7/2025) sore. (foto setyo herlambang)
KARANGANYAR – Daerah Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, selain menawarkan pesona alamnya, ada komoditas lain yang gencar digarap petani lokal yaitu produksi tanaman hias. Terutama di area dekat situs Menggung di Desa Nglurah, banyak tanaman hias, baik anggrek. aglaonema maupun Sri Rejeki punya potensi ekspor, karena kualitasnya unggulan.
Bahkan, beberapa petani mengaku sudah mengekspor ke Eropa. Untuk itu, Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto menaruh perhatian besar kepada para petani tanaman hias agar lebih berkembang. Lewat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Pendopo Desa Nglurah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/7/2025) sore, Sumanto membahasnya bersama petani dan pihak terkait.
Didampingi Balai Karantina Kabupaten Karanganyar, Sumanto meminta para petani lebih aware menjaga kualitas tanaman hias. Ia juga berpesan kepada para petani untuk terus mengembangkan potensi pendapatan lewat tanamanan hias itu karena punya nilai jual tinggi.

“Sebenarnya, tanaman hias seperti anggrek, monstera, krisan, dan lainnya punya potensi besar untuk didorong menjadi komoditas pendapatan. Berbeda dengan peternakan semisal sapi dan perkebunan seperti kopi, tentunya butuh modal besar dan resiko tinggi sehingga perlu strategi matang. Tanaman hias dengan bentuk kecil dan berbau harum khas juga bentuk unik yang punya nilai estetika sehingga bisa jadi pemacu potensi besar untuk dipasarkan. Dengan kondisi kontur tanah dan cuaca di Tawangmangu, ini sangat mendukung untuk budidaya,” terangnya.
Sementara, Pihak Balai Karantina Kabupaten Karanganyar, Irsan, juga menyampaikan adanya balai untuk membantu para petani dalam pengurusan detil administrasi keperluan ekspor. Selain itu untuk mengedukasi hal yang berkaitan dengan tanaman hias.
“Kami bekerjasama dengan para petani yang akan mengekspor tanaman hiasnya ke luar negeri. Nantinya diberikan pendampingan secara detil, mulai dari awal packing hingga proses shipping pengiriman. Termasuk, menghindari penyakit yang potensi menjangkit pada tanaman hias,” jelas Irsan. (iyok/ariel)









