DIALOG PARLEMEN : Jangan Setengah-Setengah Bantu UMKM

WhatsApp Image 2024 11 23 at 18.35.43 (2)

JADI NARASUMBER : Anggota Komisi B Muhaimin menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen disiarkan Radio CBS Magelang soal UMKM Naik Kelas.(foto: cahya ayu)

MAGELANG – Perkembangan UMKM akhir-akhir kurang begitu bergariah. Banyak faktor yang menjadikan pengembangan usaha kecil jalan di tempat. Masih banyak upaya dan peluang untuk menjadikan sektor UMKM naik kelas.

Hal itu mengemuka pada Dialog Parlemen yang disiarkan Radio CBS Magelang, kemarin. Sebagai narasumber anggota Komisi B Muhaimin menyatakan, sebenarnya UMKM menjadi salah satu elemen pendukung sekaligus pendongkrak perekonomian nasional. Pangsa pasarnya jelas termasuk konsumennya.

“UMKM itu menyumbang 60 persen dari total produk domestik rasional bruto (PDRB) di Jateng. Berarti produk UMKM diterima masyarakat. Permasalahannya, kenapa UMKM tidak bisa berkembang? Ini yang perlu kita telaah kembali. Kalau begitu kita jangan setengah-setengah mendorong kemajuan UMKM,” ucap politikus PKB itu.

Banyak persoalan yang menjadikan UMKM pengembangannya jalan di tempat. Salah satunya adalah permodalan. Peran pemerintah untu menyelesaikan persoalan ini harus ada. Menggandeng pihak ketiga, menjadi salah satu upaya supaya modal pengusaha UMKM bisa bertambah. Masalah standardisasi, pasar, perizinan, juga turut menjadi salah satu kendala.   

Agung Trijaya, narasumber dari tokoh masyarakat meminta keaktifan pemerintah penting dilakukan untuk mendorong supaya UMKM berkembang.

“Beri ruang yang lebih luas kepada UMKM dengan memperkuat branding, diversifikasi produk sehingga bisa selalu mengikuti trend pasar. Disamping ada proteksi pemerintah dari pemodal besar, biasanya menyerang kuat pelaku umkm sehingga perlu regulasi yangbkuat untuk mendukung UMKM,” jelasnya.

Supaya intervensi pemerintah tepat sasaran, lanjut Agung, maka pentingnya data yang akurat dan ter-update. Dengan demikian, pemetaan permasalah menjadi jelas dengan demikian intervensi pun lebih tepat.

“Di Magelang masih banyak permasalahan menyangkut pertumbuhan UMKM karena masih kalah dengan pemodal.

Sementara pemilik usaha jamu merek Deka, Dwi Kuntari mengaku meraskaan sekali dampak sekarang ini. Terlebih usaha yang digelutinya bergerak pada bidang herbal atau jamu. Pentingnya kehadiran pemerintah untuk mendorong pengembangan usaha.

“UMKM yang kami buka itu sangat segmented yakni jamu. Butuh bantuan pemerintah seperti sertifikasi halal, kemasan maupun alat pengemas. Tanpa itu kami kesulitan pengembangannya,” jelasnya.

Bagi Dwi Kun, supaya UMKM naik kelas, bagi pengusaha dengan modal pas-pasan perlu intervensi pemerintah. Salah satu contohnya mencarikan pemodal atau memberi suntikan modal. Bagi yang belum punya pasar, tentu mencari jaringan sangatlah penting.(cahya/priyanto)

Berita Terkait

  • Sumanto Ikut Lomba Menembak HUT Ke 77 Bhayangkara

    SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Sumanto hadir dalam rangkaian kegiatan lomba menembak guna memperingati Hari Bhayangkara ke 77 Tahun 2023 di lapangan tembak Pratisara Wirya, kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Minggu (18/6/2023). Kegiatan ini dibuka oleh Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi.

  • Peran Aktif Masyarakat dalam Penguatan Raperda Ekraf

    PEMALANG – Komisi B meminta peran aktif masyarakat dalam mengkritisi sekaligus menelaah rumusan draf Raperda Penguatan Pelaku Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah supaya menjadi lengkap. Diharapkan sebelum akhir 2020 ini rumusan draf sudah selesai dan disahkan, dengan demikian di tahun selanjutnya sudah bisa digunakan.

  • Bambang “Kribo” Terima Audensi PWI Jateng

    GEDUNG BERLIAN – Media diminta soroti kinerja DPRD Jateng. Dengan demikian, kinerja Dewan bisa sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Penegasan ini disampaikan Ketua DPRD Bambang Kusriyanto saat menerima pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng di teras ruang kerjanya lantai II, Gedung Berlian, Selasa (15/12/2020).

  • PARIPURNA VIRTUAL: Propemperda 2021 & Perubahan AKD

    GEDUNG BERLIAN – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama Wakil Ketua DPRD Sukirman dan Ferry Wawan Cahyono membuka rapat paripurna yang digelar secara virtual, Senin (11/1/2021). Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) pada 4 Januari 2021, agenda rapat paripurna adalah persetujuan perubahan program pembentukan perda (Propemperda) 2021 dan perubahan alat kelengkapan DPRD (AKD).

  • Tata Kelola Manajemen BKK Jateng Perlu Dibenahi

    SURAKARTA – Komisi C DPRD Jateng mengundang direksi PT BKK Jateng bersama BKK Jateng Cabang Surakarta dan Cabang Sukoharjo, Kamis (11/11/2021), di Aula Kantor BKK Cabang Surakarta. Sekretaris Komisi C Henry Wicaksono selaku pimpinan rombongan disambut langsung Dirut BKK Jateng Kusnanto Bersama Kepala Cabang Surakarta Handoko dan Kepala Cabang Sukoharjo Suwarno.