LOKASI WISATA : Komisi B berfoto bersama di objek wisata Rowo Jombor di Desa Krakitan, Klaten.(foto: azhar alhadi)
KLATEN – Objek wisata (obwis) Rowo Jombor di Kecamatan Bayat, Klaten, akhir-akhir ini menjadi salah satu destinasi wisata. Komisi B DPRD Jateng pun berkesempatan hadir langsung menyaksikan keindahan alam yang menjadi kebanggaan warga Desa Krakitan tersebut.

Ketua Komisi B Sarno menyatakan, Klaten diakui kaya akan objek wisata air salah satunya Rowo Jombor. Kunjungan DPRD itu, lanjut dia, ingin mengetahui sejauh mana perkembangan objek wisata dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar terutama UMKM.
“Kami yakin bila suatu daerah memiliki objek wisata yang terkenal dapat berimbas pada perekonomian masyarakat setempat. Souvenirnya ada, bermunculan warung-warung, usaha kecil, Tinggal bagaimana pemerintah desa, serta pemerintah mengembangkannya,” ucap dia, Kamis (4/7/2024).
Bahkan pengelolaan di lokasi rawa pun sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. Di tempat itu, kata Sarno, pernah ada warung apung. Sekarang keberadaannya dilarang karena akan mengganggu fungsi waduk. Termasuk karamba juga dilarang, ternyata seiring waktu sulit untuk dikendalikan.
“Warung apung dan karamba itu sudah menjadi mata pencarian warga setempat. Kondisi tersebut tentu perlu diluruskan. Apakah ditertibkan atau dilarang sama sekali,” ucapnya.
Selain itu menjadi focus perhatian Komisi B di Rowo Jombor adalah kelayakan keamanan perahu wisata. Sarno pun meminta kepada Pemkab Klaten supaya masalah itu diperhatikan secara serius. Hal yang perlu diperhatikan adalah wajib adanya pengapung, rompi apung, maupun sarana penanganan cepat bila ada kecelakaan di rawa.

Kepala Disporapar Klaten Sri Nugroho menjelaskan, Rowo Jombor merupakan waduk dengan luas 198 hektare dengan kedalam 4,5 meter. Pemkab Klaten sudah beberpa kali melakukan penertiban dan penataan Kawasan. Terkahir ratusan PKL yang berdiri di wilayah terlarang harus direlokasi ke selter yang ditentukan.
“Soal karamba masih menunggu jawaban dari pusat terkait masalah penentuan lokasi dan zonasi karamba. Kami di Disporapar dari sisi peningkatan wisatawan supaya banyak yang datang ke Rowo Jombor,” ucapnya.(azhar/priyanto)








