Monumen Kapal Selam Tepat untuk Pengembangan Wisata Edukasi

20210429115221 IMG

FOTO BERSAMA : Komisi B berfoto bersama dengan latar KRI Pasopati Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.(foto: faiz fuadi)

SURABAYA – Komisi B DPRD Jateng mengunjungi Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mengetahui kondisi wisata tersebut pada saat pandemi.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul semua sektor pariwisata. Pengelola objek wisata unggulan pun banyak memutar otak supaya bisa bertahan. Tak terkecuali pengelola Wisata Edukasi Monkasel.

“Pada saat pandemi banyak wisata yang tutup, bagaimana kondisinya dengan Monkasel ini,” katanya.

Marnyuni mengungkapkan, Monkasel bukan hanya wisata biasa. Selain wisata edukasi juga menjadi motivasi anak-anak untuk belajar tentang wilayah kemaritiman.

Sementara, Asisten Manager Bagian Dalam KRI Pasopati 410 Wagino mengakui saat pandemi ini seluruh objek wisata yang ada di Surabaya kurang bergairah. Sekarang ini untuk membuka objek wisata baik pengelola maupun wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan. Pihak pengelola diwajibkan menyiapkan sarana dan prasarana guna menunjal protokol kesehatan seperti kran air, hand sanitizer, thermo gun. Bahkan harus memantau serta membubarkan bila ada kerumunan. Untuk wisatawan pun wajib menjalani ukur suhu sebelum masuk lokasi.

“Untuk jam operasional buka dari pukul 08.00 sampai 22.00. Sekarang hanya bisa dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00,” katanya.

Wagino kemudian menerangkan KRI Pasopati- 41 adalah kapal tipe Whiskey Class yang dibuat pada 1952 oleh Rusia. Kapal tersebut kemudian milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pada 1962, dan pada 1989 sudah “dimuseumkan”. Menilik kiprah KRI Pasopati-41 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindakan secara psikologis.(faiz/priyanto)

Berita Terkait

  • Pariwisata di Jateng Tak Akan Mati

    JAKARTA – Pariwisata Jawa Tengah tidak akan pernah mati dan selalu hidup. Hal tersebut disokong oleh keragaman budaya serta banyak pilihan dan selalu melakukan inovasi. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi saat menghadiri undangan Gubernur Jateng dan Bupati Jepara bersama Direktur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

  • Kualitas Pelayanan Nasabah Perbankan Perlu Ditingkatkan

    MADIUN – Kualitas pelayanan nasabah penting untuk ditingkatkan setiap BUMD bidang keuangan. Untuk itu, Komisi C DPRD Provinsi Jateng berupaya meningkatkan pelayanan tersebut di Bank Jateng dengan melakukan studi banding ke PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim/ Bank Jatim Cabang Madiun Provinsi Jatim, Selasa (9/11/2021).

  • Dipelajari, Upaya BUMDes Sambimulyo Sleman Kelola Potensi Wisata

    YOGYAKARTA – Dalam diskusi tentang pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi pengangguran, di Balai Besar Pelatihan & Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal & Transmigrasi Yogyakarta, Selasa (5/4/2022), Komisi A DPRD Provinsi Jateng mengapresiasi pengelolaan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sambimulyo Desa Sambirejo Kelurahan Sambirejo Kabupaten Sleman Provinsi DIY.

  • Pahami BOS di Kemendikbud

    JAKARTA – Bantuan operasional sekolah (BOS) merupakan urusan yang wajib dipenuhi setiap sekolah. Masalahnya, dana BOS tersebut saat ini belum mengalami kenaikan sehingga banyak sekolah di Provinsi Jateng yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya.

  • Bahas Pengelolaan Air Baku KITB bersama Kementerian PUPR

    JAKARTA – Setelah sebelumnya rapat bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman & Investasi (Kemenko Marves) baru-baru ini rencana pengelolaan air baku/ bendung untuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) oleh PT Tirta Utama Jateng (Perseroda), kini Komisi C DPRD Provinsi Jateng melanjutkannya ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Jumat (7/01/2022).