Penyebab Selisih Stok Opname Cadangan Pangan Perlu Diselesaikan

WhatsApp Image 2024 06 28 at 20.33.28 (2)

LIHAT GUDANG : Jajaran Komisi B bersama Dishanpan Jateng usai melihat aktivitas di gudang milik Gapoktan Rahayu Widodo di Wuryantoro, Wonogiri.(foto: setyo herlambang)

WONOGIRI – Komisi B DPRD Jateng berharap catatan BPK mengenai selisih stok opname cadangan pangan provinsi perlu segera ditindaklanjuti. Selisih persediaan acap kali terjadi disebabkan hilang, rusak, atau sudah kedaluwarsa.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni mengatakan hal itu saat berkunjung ke Gapoktan Rahayu Widodo di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Jumat (28/6/2024). Kunjungan itu juga menjadi bagian dari menindaklanjuti hasil pemeriksaan laporan keuangan BPK mengenai selisih stok opname cadangan pangan provinsi. Pada pertemuan itu turut hadir  Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Sri Broto Rini dan perwakilan  Inspektorat Jateng.

“Karena ada temuan BPK maka Dishanpan selaku penanggungjawab kegiatan wajib untuk memberikan penjelasan disertai bukti-bukti, termasuk foto. Jangan sampai terjadinya selisih persediaan dianggap pemprov lalai dalam pengecekan persediaan cadangan pangan di Gudang,” ucap dia.

Sri Broto Rini kemudian menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah memberikan penjelasan mengenai selisih stok opname kepada pihak-pihak terkait seperti Inspektorat dan Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Jateng. Selisih terjadi karena banyak beras yang tersimpan di Gudang banyak yang rusak.

“Bahkan untuk memastikan kerusakan beras yang tersimpan di Gudang, kami turut mengundang Bulog. Pihak Bulog pun memastikan ada beberapa ratus ton beras dinyatakan tidak layak. Gudang penyimpanan di Magelang itu rusak ditambah sering menjadi tempat bagi burung-burung mencari makan,” kata Rini.

Menyinggung Gapoktan Rahayu Widodo, lanjut dia, keberadaan organisasi itu sudah masuk pada sistem marketplace dalam hal pengadaan barang dan jasa. Dishanpan Jateng kerap membeli beras untuk stok persediaan pangan di kelompok tersebut.

“Sesuai arahan Pak Ganjar (Gubernur Jateng) diimbau untuk memberdayakan UMKM dan gapoktan binaan dengan cara membeli barang-barang dari mereka. Jadi sudah kami tindaklanjuti. Bahkan sesuai rencana pada pekan depan akan kami laporkan kepada Inspektorat dan BPKAD,” ucapnya.

Tak berselang lama, rombongan Komisi B Bersama Dishanpan melihat gudang milik Gapoktan Rahayu Widodo yang dipimpin Surono. Bahkan kepada dewan, Surono menjelaskan, awal membentuk gapoktan sangat sulit serta kerap rugi terutama saat membeli gabah dari petani.

“Lambat laun dengan dibina Pemprov Jateng, akhirnya kami mampu punya gudang serta menjadi lembaga penyedia bahan pangan,” kata dia.(tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Cakupan Media Tipe mainstream…