Kwartal I, PLLT Tanjung Brebes Raup Pendapatan Rp 16,1 Juta

1 aternak2

KUNJUNGAN KERJA. Jajaran Komisi C melakukan kunjungan kerja ke Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) Tanjung, Brebes, Jumat (10/5/2019).(Foto: Sunu AP)

BREBES – Komisi C DPRD Jateng menyadari upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor lalu lintas ternak tidak bisa mencapai target. Terbukti, pada tahun anggaran 2018 saja, instansi Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) Tanjung, Brebes, hanya mampu meraup pendapatan Rp 123,50 juta atau hanya 81,7 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 151,05 juta. Sementara realisasi pendapatan per April (kwartal I) tahun ini baru 10,7 persen atau Rp 16,1 juta.

Komisi C bersama pengelola Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) Tanjung.

Anggota Komisi C Ahmad Ridwan mengungkapkan, banyak kendala yang membuat instansi tersebut tak optimal menarik retribusi untuk PAD. Mulai dari regulasi atau tidak ada payung hukum yang mewajibkan angkutan ternak masuk ke PLLT Tanjung, sampai beroperasinya tol Brebes-Pemalang menjadikan ternak yang akan dikirim keluar maupun masuk Jateng tidak diperiksakan di pos tersebut.

“Sedang untuk mendirikan pos yang sama di pintu-pintu tol selain membutuhkan dana yang banyak, juga belum tentu diperbolehkan. Akhirnya potensi pendapatan banyak yang tidak masuk ke kas daerah,” ujar politikus PDI Perjuangan itu usai memimpin kunjungan kerja komisi ke PLLT Tanjung, Jumat (10/5/2019).

Anggota Komisi C Amin Maksum menambahkan, dengan belum adanya regulasi yang bisa memaksa angkutan ternak masuk pos pemeriksaan dan dampak pembangunan jalan tol menyebabkan pengawasan kesehatan ternak yang masuk ke Jawa Tengah menjadi lemah.
“Kami bisa bayangkan kalau kondisinya seperti ini maka kesehatan ternak yang masuk ke Jateng tidak bisa diawasi. Ini sangat membahayakan,” katanya.

Sementara Kepala Balai Veteriner Disnak Keswan Jateng Budi Astyantoro mengusulkan, untuk meminimalisasi risiko penyebaran penyakit hewan yang kemungkinan dibawa ternak dari luar Jateng, untuk dibuatkan pos di ujung Barat dan ujung Timur Tol Trans Jawa.(sunu/priyanto)

Berita Terkait

  • Saleh Lepas 12 Judoka ke PON Papua

    SEMARANG – Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengprov PJSI) Jawa Tengah memberangkatkan 12 judoka untuk berlaga di PON XX Papua. Selasa (21/9/2021) dilakukan acara doa bersama dan pelepasan atlet di Semarang. Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sinoeng Nugroho Rahmadi dan perwakilan KONI Jateng Mugiyo.

  • Komisi A Minta Kajian Lebih Matang Rencana Pemekaran Brebes & Banyumas

    GEDUNG BERLIAN – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat bersama Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerjasama (Pemotda) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng pada Senin (24/11/2025). Rapat ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti audiensi yang telah dilakukan oleh Komite Pemekaran Kabupaten Brebes dan Banyumas.

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Pengembangan UMKM & Pemberdayaan Masyarakat Desa

    TENGARAN – Roda ekonomi masyarakat harus terus berputar terkhusus di Jawa Tengah. Salah satu geliat perputaran ekonomi yang paling digemari masyarakat adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pembahasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Non-Perda dengan tema “UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa” di Kantor Kecamatan Tengaran, Sabtu, (3/9/2022).

  • Borong Telur, Upaya Setwan Jateng Bantu Peternak

    GEDUNG BERLIAN – Tak seperti biasanya, Hari Pahlawan di Gedung Berlian diwarnai dengan pembelian ratusan kilogram telur ayam. Ya, Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng ternyata memang sengaja membeli 200 kilogram paket telur ayam dari peternak, yang merupakan kegiatan gerakan peduli peternak.

  • Komisi E Dukung Peningkatan Kualitas Kinerja OPD 2021

    GEDUNG BERLIAN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng kembali melanjutkan pembahasan Rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 dengan seluruh mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Komisi E, Selasa (23/6/2020). Kali ini, pembahasan menyoroti sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, dan bidang olahraga kebudayaan.

  • Cari Informasi untuk Raperda, BPR BKK Wonogiri Dikunjungi

    WONOGIRI – PT. BPR BKK Wonogiri menjadi rujukan bagi Komisi C DPRD Provinsi Jateng guna mendapatkan data terkait pembahasan Raperda tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat berdiskusi dengan jajaran direksi setempat, Kamis (21/3/2024), Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menyatakan Wonogiri telah memiliki instrument hukum dalam tata Kelola BUMD yakni peraturan bupati (perbup).