MUSRENBANGWIL: Aglomerasi Kedungsepur Diproyeksikan Jadi Kawasan Industri

WhatsApp Image 2023 03 16 at 14.37.26 (1)

BERI SAMBUTAN: Wakil Ketua DPRD Sukiman memberi sambutan dalam ialog Gubernur dengan Bupati/Wali Kota pada Musrenbangwil Peningkatan Perekonomian Kedungsepur di Rest Area Wisma Halim, Demak.(foto: setyo herlambang)

DEMAK – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menyatakan, wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Kota Semarang, Salatiga, dan Purwodadi atau Kedungsepur merupakan wilayah prioritas Kawasan Industri (KI). Hal ini disampaikan dalam Dialog Gubernur dengan Bupati/Wali Kota pada Musrenbangwil Peningkatan Perekonomian Kedungsepur di Rest Area Wisma Halim, Demak, Selasa (14/3/2023).

Sukirman menegaskan, wilayah Kedungsepur diharapkan menjadi perwujudan kawasan metropolitan dimana Semarang sebagai ibu kota provinsi dan pusat pertumbuhan ekonomi utama Jawa Tengah.

Dengan adanya tol Semarang-Demak dapat menghubungkan wilayah-wilayah Kedungsepur sekaligus menghubungkan kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri dan kawasan lainnya.

“Tol Semarang-Demak ini tentu saja sebagai salah satu proyek Nasional. Tentu saja ini dapat melengkapi koneksi konektivitas jaringan jalan di wilayah Jawa Tengah bagian utara sekaligus menjadi penghubung kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri dan kawasan lainnya. Potensi ini perlu dimanfaatkan betul oleh pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat”, Tegasnya.

DPRD Jateng menyampaikan beberapa masukan berkaitan dengan permasalahan di wilayah Kedungsapur yang pertama berkaitan dengan kemiskinan. Dari data pubikasi BPS pada Maret 2022 dari enam kabupaten kota masih terdapat dua kabupaten dengan kemiskinan di atas angka rata-rata provinsi.

Permasalahan banjir dan rob menjadi pusat permasalahan pada forum kali ini. DPRD Jawa Tengah mengajak semua lembaga untuk menyatukan langkah bersama dalam mengatasi banjir dan Rob khususnya di kawasan pesisir utara Jawa.

Pada kesempatan kali ini Gubernur Ganjar Pranowo dalam Musrembangwil Kedungsepur,mengungkapkan, persoalan rob di Demak menjadi masalah yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Demak dan DPRD Demak menjadikan permasalahan tersebut sebagai hal utama dan dapat ditemukan kesepakatan bersama.

Ganjar menyampaikan bahwa Infrastruktur menjadi pokok utama yang paling banyak disampaikan oleh masyarakat. Khususnya di Demak mengenai banjir rob. Pembangunan tanggul laut untuk mengatasi rob di Demak yang dampaknya sangat besar. Ia menegaskan perlunya komitmen DPRD untuk membuat tanggul guna mengatasi banjir rob di Demak.

“Boleh nggak berkomitmen dengan DPRD? Kali ini pokok pikirnya satu saja, tanggul. Saya usul tanggul DPRD, wah itu keren. Kurangnya nanti bisa kita bantu, kurangnya nanti bisa kita mintakan pusat. Butuh komitmen politik,” jelasnya.(azhar-ryo/priyanto)

Berita Terkait

  • Tingkatkan Penanaman Modal, Cari Data & Informasi ke Jatim

    SURABAYA – Komisi B DPRD Jateng berkunjung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim dalam rangka mencari data dan informasi terkait penanaman modal satu pintu di provinsi paling timur Pulau Jawa itu, Jumat (1/11/2019). Rombongan dewan diterima langsung oleh Sekretaris DPMPTSP Jatim Imam Hidayat bersama jajarannya.

  • Holding Pariwisata Mampu Gaet Investor

    BANYUMAS – Komisi C DPRD Provinsi Jateng masih berupaya memperkaya data dan informasi untuk pembahasan Raperda Perubahan Status PT Pekan Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perseroda ke PT Safari Hutama Alam Wisata (SHAW) di Banyumas, Selasa (24/11/2020). Di sana, rombongan dewan diterima oleh Sekda Banyumas Wahyu Dewanto, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Aziz Kusumandani dan Dirut SHAW Guno Purtopo.

  • WORKSHOP DPRD: Studi Analisis RAPBD 2020

    KARANGANYAR – DPRD Provinsi Jateng menggelar workshop dengan tema ‘Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021: Studi Analisis atas RAPBD 2020’ di Alana Hotel Karanganyar, Jumat (18/9/2020). Kegiatan itu dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan, salah satunya mempersilakan Anggota Dewan menjalani rapid test terlebih dahulu dan menggelar 2 kelas.

  • Industri Film & Wisata Tak Perlu Pasrah Berdiam Diri

    JAKARTA – Bagaimana industri perfilman Tanah Air harus menyikapi tatanan baru selama pandemi Covid-19 ini? Termasuk pengembangan objek wisata yang harus terdampak sehingga kurang begitu menyehatkan. Permasalahan ini menjadi topik dalam diskusi hangat “Pandemi, Film dan Pariwisarta di Jateng” yang dihadirkan Stasiun Metro TV, Rabu (4/11/2020).