SOSIALISASI NON-PERDA: Kembangkan Ekonomi Desa Pasca Pandemi

20220420162914 IMG

EKONOMI MASYARAKAT. Bambang Kusriyanto, hadir secara virtual, dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pengembangan Ekonomi Desa Pasca Pandemi’ di Aula Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Rabu (20/4/2022). (foto bintari setiawati)

UNGARAN – Saat ini, badai Covid-19 mulau mereda. Untuk itu, pemerintah berupaya mendorong masyarakat bekerja keras membangkitkan ekonominya. 

Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, yang hadir secara virtual, dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pengembangan Ekonomi Desa Pasca Pandemi’ di Aula Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Rabu (20/4/2022). Kegiatan itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Kepala Dispermades Kabupaten Semarang Edy Sukarno, Sekretaris Camat Pringapus, dan sejumlah elemen masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Bambang juga berharap pasca pandemi ini usaha masyarakat kembali bergairah. “Dengan bangkitnya usaha, maka ekonomi bertumbuh agar kemiskinan menurun,” harapnya.

Senada, Bondan mengaku sudah mendorong pemerintah kabupaten dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi. “Intinya, kami (DPRD) sepakat dengan eksekutif dalam penanganan Covid-19, utamanya recovery ekonomi,” ujar Bondan.

Persoalan ekonomi itu dilanjutkan Edy Sukarno. Dikatakan, dalam pertumbuhan ekonomi, masyarakat perlu melakukan usaha ekonomi kreatif dan sektor UMKM dapat menjadi penggeraknya.

“Ekonomi kreatif itu mengandalkan ide dan pengetahuan agar mampu menghasilkan produk yang bermanfaat, salah satunya dengan menggunakan teknologi informasi,” kata Edy.

Sementara, Sekretaris Camat Pringapus Slamet Sodiq mengakui di wilayah kerjanya memiliki sejumlah pelaku sektor UMKM. Dari situ, ia berharap masyarakat tetap melakukan usahanya agar perekonomian keluarga tetap berjalan.

“Sekarang kita berada di Level 1. Dengan begitu, kondisinya menjadi longgar. Diharapkan, lebaran tahun ini bisa semakin meningkatkan ekonominya,” harap Slamet. (bintari/ariel)

Berita Terkait

  • Draf Raperda Koperasi & UMKM Dikonsultasikan kepada Kemendagri

    JAKARTA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Tengah serius akan mengegolkan Raperda tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Seperti pada Rabu (29/5/2024), Bapemperda berkunjung ke Ditjen Otda Kemendagri guna konsultasi terkait raperda tersebut. Kunjungan itu langsung diterima oleh Ketua Tim III Ditjen Produk Hukum Daerah Ni Putu Witari.

  • Komisi E Dukung Mitigasi Bencana di Daerah Pesisir Utara

    PEMALANG – Bencana adalah Peristiwa atau Rangkaian peristiwa yang mengancam atau mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik faktor alam/ faktor nonalam maupun faktor sosial sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

  • MEDIA TRADISIONAL: Kenalkan Tari Petik Kopi dan Sintren, Khas Kabupaten Pekalongan

    KAJEN – Tari Petik Kopi, Tari Sintren dipentaskan. Inilah tarian yang menjadi khas dari Kabupaten Pekalongan. Kedua tarian itu dipentaskan dalam acara acara Media Tradisional Nguri-uri Kebudayaan di Gedung Serbaguna Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Minggu (11/12/2022). Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Kebudayaan Saifuh Bahri dan Mahmud Mansyur, budayawan setempat.

  • Penampungan Tinja di Sragen Butuh Penanganan Serius

    SRAGEN – Penampungan limbah tinja di Sragen perlu penanganan serius. Meski sekarang ini memiliki areal penampungan limbah di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kecamatan Tangen, namun belum sepenuhnya bisa disebut instalasi pengelolaan limbah tinja (IPLT) sebagaimana mestinya.