Harga Sembako & Gas LPG 3 kg di Sragen Disorot

Screenshot 20220411

SOAL SEMBAKO. Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama Diskop UKM Perindag Kabupaten Sragen, Senin (11/4/2022), membahas stok & harga sembako selama ramadan. (foto ayuandani dwi purnama sari)

SRAGEN – Memasuki Bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga tersebut, khususnya sembako dan isi ulang tabung gas Liquified Petroleum Gas (LPG)/ gas minyak cair 3 kg.

Saat memantau kondisi itu Kabupaten Sragen, Komisi B DPRD Provinsi Jateng langsung mengunjungi Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, Perindustrian & Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sragen untuk mengetahui langkah mengantisipasi naiknya harga bahan-bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Saat berdiskusi, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni berharap stok sembako bisa terpenuhi sampai akhir lebaran nanti dan harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Ia juga meminta pengawasan ketersedian termasuk distribusi sembako bisa terus diupayakan. 

“Kami berharap stok bahan pangan di Kabupaten Sragen cukup tersedia dan mampu bertahan sampai dengan usai Ramadan nanti. Namun, untuk memastikan harga-harga di pasar agar tetap stabil, sebaiknya pantauan dan sidak pasar perlu terus dilakukan,” kata Legislator PAN itu kepada jajaran Diskop UKM Perindag Kabupaten Sragen, Senin (11/4/2022).

Menanggapinya, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Sragen Tedi Rosanto mengatakan situasi dan kondisi yang ada secara umum relatif terkendali. Namun, ia mengakui harga minyak goreng kemasan memang tidak bisa dikendalikan. 

Pihaknya bersama satgas pangan telah melakukan pantauan ke sejumlah pasar, harga minyak relatif stabil di angka Rp 24.000 sampai Rp 25.000/liter. Sedangkan minyak curah, diakui sulit didapatkan karena harganya yang jauh dibawah minyak goreng kemasan. 

Untuk isi ulang tabung gas LPG ukuran 3 kg, Tedi menjelaskan, kelangkaan terjadi ketika memasuki ‘moso ketigo’ atau saat petani memasuki musim panen karena gas biasa digunakan untuk mesin penyedot air. Pantauan stok dan harga Kepokmas juga terus dilakukan setiap hari di pasar tradisional dan toko modern yang bekerjasama dengan instansi terkait. 

Menjelang Hari Besar Keagamaan & Nasional (HBKN), lanjut dia, selalu diadakan operasi dan sidak khusus untuk menghindari penimbunan sembako agar distribusi lancar dan terjamin. Diskop UKM Perindag juga melakukan pengawasan dan monitoring lapangan agar penyaluran bahan yang bersubsidi dan non-subsidi sesuai peruntukannya.

“Sebenarnya soal harga itu bukan kapasitas dan wewenang kami. Kami hanya menjalankan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, kami sebagai pelaksana juga selalu melakukan monitoring bersama jajaran kepolisian dalam proses distribusi agar ketersedian bahan-bahan pokok selalu tersedia dan tidak ada penimbunan,” tandasnya. (danik/ariel)

Berita Terkait

  • DPRD Dukung ‘Gelar Karya Merdeka’ Jateng

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menyampaikan usaha dan proses kreatif yang dilakukan pegiat UMKM saat ini sangat membantu masalah yang sedang dihadapi bersama yaitu pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dalam hal ini, Provinsi Jateng memang tengah berjuang dengan program pengentasan kemiskinan.

  • Perlunya Standar ‘Wisata Halal’ di Jateng

    SURAKARTA – Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengajak seluruh pihak penyelenggaraa wisata untuk mempersiapkan standar ‘Wisata Halal.’ Ketua Komisi B, Sri Hartini, menjelaskan untuk menuju Jateng Wisata Halal 2027 butuh peran dari seluruh masyarakat.

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Penetapan Raperda BPR BKK & Ekraf

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna secara virtual, Senin (1/3/2021), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Heri Pudyatmoko bersama Ferry Wawan Cahyono membuka agenda rapat mengenai laporan pansus dan persetujuan penetapan Raperda tentang Pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) BPR BKK dan Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Jateng. Agenda pertama, Heri mempersilahkan Pansus Raperda Ekraf menyampaikan laporannya.