DPRD Dukung Sinergitas Polri dalam Tangani Covid-19

C1995612 efda 4dfa 832e 811eb6767ce3

PEMBICARA COVID. Sukirman memberikan paparan dalam KKDN Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 TA 2021 secara virtual di Studio BerlianTV Kantor Setwan Provinsi Jateng, Rabu (4/8/2021). (foto ariel noviandri)

GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menjadi pembicara dalam Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Regional (Dikreg) ke-30 Tahun Ajaran 2021. Kegiatan itu digelar secara virtual di Studio BerlianTV Kantor Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng, Rabu (4/8/2021).

Dalam paparannya, Sukirman menjabarkan secara umum mengenai penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Jateng. Termasuk, strategi pembangunan daerah selama kondisi pandemi ini.

Ia mengatakan selama penanganan Covid-19 itu DPRD ikut berperan dalam penetapan kebijakan daerah. Namun, peran DPRD sendiri hanya mendukung kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Selain itu, DPRD juga terlibat beberapa kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19 seperti, penyerahan kit ‘Jogo Tonggo’ dan bantuan UMKM.

“Kebijakan selama pandemi ini tergolong ‘istimewa’ karena tidak seperti kebijakan-kebijakan pada umumnya yang mengharuskan ada persetujuan dari DPR/ DPRD. Sehingga, Pemerintah Provinsi ‘hanya’ berkewajiban memberitahukan kebijakan tersebut kepada DPRD, baik dalam program-program sosial kesehatan dan pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, peran DPRD disini hanya mendukung kebijakan yang diambil pemprov. Selanjutnya, kami melakukan monitoring ke masing-masing dapil (daerah pemilihan) untuk memastikan bahwa program-program kebijakan tersebut terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Dikatakan, dalam penanganan Covid-19 itu, pemprov juga telah merealokasi dan merefocusing APBD. Hal itu sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 1/2020 tentang Percepatan Penggunaan Realokasi & Refocusing APBD untuk Kesehatan, Ekonomi & Jaring Pengaman Ekonomi (JPE).

“Disini, DPRD memastikan bahwa anggaran-anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 yang hampir Rp 2 triliun dapat terserap dengan baik,” katanya.

Ia mengakui penanganan Covid-19 itu butuh sinergi yang baik oleh semua pihak seperti akademisi, tokoh masyarakat & tokoh agama, pemerintahan, dunia usaha, dan media massa. Dicontohkannya, Program Kampung Tangguh dari kepolisian menjadi salah satu bentuk sinergi yang baik antara kepolisian pemprov.

“Karena di Pemprov Jateng terdapat program ‘Jogo Tonggo’ yang sudah masuk ke seluruh desa-desa sehingga program ‘Kampung Tangguh’ itu dapat melengkapi dan mempercepat penanganan Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah, DPRD, Kepolisian, TNI, dan semua elemen masyarakat harus bersama-sama mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini,” tandasnya. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Pemprov Jateng Kirim 100 Sukarelawan ke Jakarta dan Jabar

    SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus memberikan bantuan materi maupun nonmateri kepada korban bencana banjir di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Setelah mengirimkan bantuan logistik pada Jumat (3/1/2020), kembali Pemprov Jateng mengirimkan 100 sukarelawan terbaik yang diambilkan dari sejumlah organisasi kepemudaan dan untuk membantu pemulihan daerah setelah bencana.

  • Kunjungi Kepri, Bahas Kinerja Pengawasan KPID

    BATAM – Komisi A DPRD Jateng melihat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) mempunyai peran vital dalam mengawasi isi setiap informasi atau berita yang disiarkan oleh lembaga penyiaran. Hal itu dimaksud sebagai penyaring atau filter muatan yang kadang kala memuat isu radikalisme terlebih lagi jika daerah tersebut berbatasan langsung dengan luar negeri.

  • DPRD Jateng Dorong Penguatan KPU & Bawaslu

    KARANGANYAR – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Gugatan Penggunaan Sistem Pemilu di Indonesia yang menegaskan Pemilu 2024 mendatang menggunakan Sistem Pemilihan Proporsional Terbuka, Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan lembaga penyelenggara pemilu.

  • Sengketa Lahan, Warga Mangkang Kulon Wadul Dewan

    GEDUNG BERLIAN –DPRD Jateng menerima audiensi dari sejumlah Warga Mangkang Kulon Kota Semarang, Selasa (25/6/2019). Melalui audiensi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Berlian DPRD Jateng itu, warga menyampaikan aduan kepada anggota dewan yang hadir dengan harapan mendapatkan solusi. Pasalnya, permasalahan sengketa lahan tersebut sudah sampai ke ranah hukum.