Usaha Pertambangan Kecil Harus Jadi Prioritas Pembinaan

1 acirebon1

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi D melakukan kunjungan kerja ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Cirebon.(foto: teguh prasetyo)

SUMBER – Anggota Komisi D DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) harus memperhatikan usaha pertambangan kecil terutama dalam bidang pendampingan dan pembinaan. Hal tersebut mengingat pelaku usaha pertambangan kecil mayoritas adalah masyarakat kecil dengan SDM yang terbatas.

“Ini memang tanggung jawab kita, karena bisanya tambang kecil itu masyarakat kita, masyarakat kecil. Dibanding pertambangan besar, dengan SDM yang bagus, mereka akan lebih tahu bagaimana cara mengelola. Sedangkan pertambangan kecil dengan SDM kurang, inilah fungsi Dinas ESDM, bagaimana membina pertambangan yang kecil ini agar menjadi bagus dan tidak terjadi persoalan,” ungkapnya usai kunjungan ke Cabang Dinas ESDM Wilayah VII Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cirebon, Senin (24/5/2021).

Politikus Partai Amanat Nasional tersebut menambahkan, pihaknya telah belajar banyak mengenai pengelolaan pertambangan dengan Cabang Dinas ESDM Wilayah VII Provinsi Jawa Barat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mengenai pengelolaan pertambangan kecil yang cukup sulit dan rumit.

“Mengelola pertambangan kecil memang sulit tapi harus tetap dilakukan. Serta menjadi prioritas dinas, agar pengusaha tambang kecil ini dibina dengan baik sehingga mereka bisa taat aturan, tertib dan tidak menimbulkan masalah,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan, anggota Komisi D didampingi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah melakukan tukar pengalaman mengenai pengelolaan pertambangan, listrik, air baku, dan pengelolaan CSR dengan Provinsi Jawa Barat.

Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah VII Provinsi Jawa Barat Noorfian menjelaskan, di Jawa Barat terdapat 30 potensi bahan tambang. Telah menerbitkan 281 Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi batuan, 49 IUP operasi logam, dan 30 IUP operasi mineral bukan logam. Sementara di wilayah VII sendiri telah menerbitkan 44 IUP.

”Sedangkan untuk potensi panas bumi, ada 72 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro, 144 pembangkit listrik tenaga surya, 39 pembangkit listrik tenaga mini hydro, ada sembilan pembangkit listrik tenaga panas bumi, 2503 titik pengembangan biogas dan 43 lokasi potensi panas bumi,” jelasnya.(teguh/priyanto)

Berita Terkait

  • DIALOG PROAKTIF : Agung BM Dirikan Ponpes Khusus Lansia

    UNGARAN – Pernah mencatatkan sejarah sebagai Anggota Dewan termuda tahun 2004, saat menjadi Anggota Legislatif DPRD Kota Semarang selama 3 periode, nama Agung Budi Margono mulai dilirik publik saat beliau secara intens dan konsisten menjadi wakil rakyat selama 15 tahun dengan advokasi dan tingkat kepedulian yang tinggi, salah satunya membersamai lansia (lanjut usia).

  • DPRD Dukung Operasional Trans Jateng Purwomanggung

    PURWOREJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng wilayah Purworejo-Magelang-Temanggung (Purwomanggung), yang resmi diluncurkan pada Selasa (1/9/2020).
    Acara peluncuran itu diselenggarakan di pendopo Kabupaten Purworejo oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

  • Meski Bekas Tambang, Pengelolaan Tebing Breksi Mampu Jadi Magnet Wisata

    YOGYAKARTA – Komisi D ingin pengelolaan di lahan bekas pertambangan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Menjadi contoh kebermanfaatan lahan bekas pertambangan adalah sebuah tebing yang dinamakan breksi. Tebing Breksi yang ada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, DIY, kini mampu menjadi sebuah objek destinasi wisata unggulan. Banyak masyarakat sekitar tebing breksi beralih ke pariwisata. Ada yang menyewakan rumah untuk dijadikan homestay, pemandu wisata, serta penjualan cendera mata.

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM

    BANJARNEGARA – DPRD Provinsi Jateng sangat mendukung setiap upaya ekonomi masyarakat, terkhusus pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi pada tahun ini. Demikian disampakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM.’