BAHAS DISIPLIN. Sukirno bersama Sofwan Sumadi saat berdiskusi dengan BK DPRD Provinsi Jabar mengenai persoalan kedisiplinan di kalangan dewan, Rabu (24/3/2021), di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian.
GEDUNG BERLIAN – Persoalan kedisiplinan Anggota Dewan menjadi pembahasan utama saat Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BK DPRD Provinsi Jabar, Rabu (24/3/2021), di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian. Dalam diskusi itu, Ketua BK DPRD Provinsi Jabar Hasbullah Rahmad menanyakan soal upaya-upaya peningkatan kedisiplinan Anggota DPRD.
“Disini, kami ingin membahas mengenai Kode Etik DPRD. Karena, BK hadir untuk rangka menjaga marwah DPRD,” kata Hasbullah.
Dikatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk memacu peningkatan kedisiplinan dengan menggelar BK Jabar Award 2020. “Jika kita bisa menyatukan persepsi (soal kedisiplinan) BK se-Indonesia dan menurunkannya ke tingkat provinsi, maka kita dapat memberikan contoh bagi Anggota Dewan mengenai kedisiplinan,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Ketua BK DPRD Provinsi Jateng Stephanus Sukirno mengaku sependapat bahwa disiplin Anggota Dewan perlu diterapkan. Ia juga mengatakan bahwa musyawarah merupakan wujud kebersamaan di kalangan dewan. Dari musyawarah itu, maka persoalan yang berkaitan dengan kedisiplinan bisa dibicarakan/ dipahami bersama.
“Soal BK Award, kami sudah lebih dulu melaksanakannya pada 2019 lalu dan itu merupakan hal yang bagus. Dalam penilaian (BK Award) nya, dapat dilakukan dari sejumlah unsur seperti kalangan akademisi,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara, Anggota BK DPRD Provinsi Jateng Sofwan Sumadi mengaku peningkatan kedisiplinan di kalangan dewan perlu dilakukan. “Disini, kami juga berharap tidak ada Anggota Dewan yang bermasalah,” ucap legislator dari Fraksi PAN itu. (ariel/priyanto)









