RAPAT PARIPURNA: Sambutan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

IMG 20250221 WA0092

DENGAR PIDATO. Anggota DPRD Provinsi Jateng mendengarkan pidato sambutan gubernur masa jabatan 2025-2030 dalam rapat paripurna, Jumat (21/2/2025). (foto teguh prasetyo)

GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Jumat (21/2/2025), agenda utamanya adalah Agenda pidato sambutan Gubernur masa jabatan 2025-2030. Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengawali rapat dengan mengucapkan selamat atas pelantikan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.  

“DPRD mengucapkan selamat atas pelantikan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Semoga ngopeni dan nglakoni Jateng bisa melanjutkan tugas untuk mensejahterakan masyarakat Jateng,” kata Sumanto didampingi Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah, Heri Pudyatmoko, Muhammad Saleh, dan Setya Arinugroho.

Kemudian, Sumanto mempersilahkan Ahmad Luthfi untuk menyampaikan sambutannya. Dihadapan Anggota Dewan, Ahmad Luthfi mengawalinya dengan senyuman hangat.

“Kita sesama penyelenggara pemerintah berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan,” tegasnya.

Ia mengatakan Provinsi Jateng memiliki ‘pekerjaan rumah’ (PR) yang banyak, beberapa diantaranya aspek pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi, dan penguatan pelayanan publik. Disamping itu, persoalan utama yang harus ditanggulangi adalah kemiskinan.

Datanya menyebutkan, tingkat kemiskinan pada September 2024 sebesar 9,58% atau 3,4 juta jiwa. Program yang akan digencarkan adalah pembenahan di bidang pendidikan yang diintegrasikan dengan program pusat, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), infrastruktur jalan, 

“Ngopeni-Nglakoni Jateng menjadi perwujudan semangat pimpinan daerah yang menginspirasi pada seluruh penyelenggara pemerintahan untuk responsif, peduli sebagai komitmen untuk Jateng maju, berwibawa, dan berkelanjutan,” tegasnya lagi.

Ia meyakini, dengan kerjasama, inovasi, dan kreatifitas yang dilakukan, akan mampu mendorong tercapainya 8 indikator pembangunan daerah. Diantaranya indeks reformasi birokrasi, infeks integrasi nasional, otonomi fiskal daerah, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, indeks demokrasi Indonesia, indeks modal manusia, dan kemiskinan.

“Mari kita bersama-sama membangun Jateng. Perbedaan pilihan politik selama Pilkada lalu, biarkanlah berlalu. Sekarang kita semua satu dan bersatu untuk kejayaan Jateng,” pungkasnya. 

Usai sambutan, agenda selanjutnya adalah foto bersama Ahmad Luthfi dan Taj Yasin bersama Pimpinan DPRD, Forkompinda, KPU, dan Bawaslu. Dilanjut dengan acara bersalaman dengan semua Anggota Dewan. (ayuut/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi