Bank Jateng Cabang Purbalingga Perlu Kreativitas & Inovasi untuk Tingkatkan Performa

IMG 20260803 WA0168

SOAL PERFORMA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal performa Bank Jateng di Kantor Bank Jateng Cabang Temanggung, Senin (3/8/2026). (foto teguh prasetyo)

PURBALINGGA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng terus mendorong kinerja cabang Bank Jateng untuk memantau optimalisasi kontribusi deviden dan strategi peningkatan pendapatan asli daerah. Ketua Komisi C, Bambang Haryanto Bachrudin, mengungkapkan pentingnya strategi-strategi setiap cabang Bank Jateng untuk mengoptimalisasikan efisiensi sebagai pendorong potensi.

“Sampai saat ini, Bank Jateng masih menjadi BUMD favorit karena kontribusinya untuk Provinsi Jateng sehingga perlu dorongan untuk menigkatkan performanya,” katanya, saat berdiskusi dengan jajaran Bank Jateng Purbalingga, Senin (3/8/2026).

Sudiono, Kepala Devisi Perencanaan Strategis Bank Jateng, mengungkapkan hadirnya Komisi C merupakan tambahan energi dan penyemangat karena adanya perhatian dan dorongan bagi Bank Jateng. “Sebelumnya (sampai Juni), laba sebanyak Rp 21 miliar bertengger di posisi 41. Namun, dengan adanya komitmen (service excellent) untuk peningkatan pendapatan asli daerah, akhir Juli Bank Jateng cabang Purbalingga mencapai laba Rp 30 miliar dan naik peringkat ke posisi 11. Karena penentuan peringkat berdasarkan performa laba perusahaan,” tegasnya.

1001078696

Sementara, Pimpinan Cabang Bank Jateng Purbalingga Aji Dewanto menjelaskan kinerja selama 2026, “sampai saat ini Laba tumbuh 14,39 persen (YoY) dan melampaui target hingga 117,13 persen. ROA mencapai 5,97 persen, jauh di atas target 2,75 persen. NIM meningkat menjadi 7,06 persen. BOPO turun menjadi 47,15 persen, menunjukkan efisiensi yang sangat baik.”

Kemudian, lanjutnya, “NPL tetap rendah di 1,716 persen, masih dalam kategori sehat. Namun demikian, keberhasilan tersebut lebih banyak ditopang oleh efisiensi biaya, bukan karena ekspansi bisnis yang kuat. Untuk pinjaman Personal loan (rumah tangga) masih menjadi penyalur kredit terbanyak dengan kontribusi 79,89 persen (Rp 982.29 miliar).”

Komisi C sendiri memberikan apresiasi kepada Bank Jateng Purbalingga kaitannya dengan effort yang sudah sangat luar biasa dalam rangka mendongkrak performa dan kinerja keuangan. Namun, masih perlu strategi lain supaya lebih tumbuh positif dan berkelanjutan.

“Kreativitas dan inovasi untuk penghimpunan dana agar supaya diperhatikan lagi sehingga kinerja dan performa jadi bisa lebih bagus,” tegas Bambang. (choirul/red.)

1001078666

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi