Perlu Kolaborasi Maksimalkan SPAM di Jateng

Spam1

RAPAT PEMBAHASAN : Komisi D saat bersama Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.(foto: azam addin)

JAKARTA –  Polemik pengelolaan air masih menjadi kasus khusus yang perlu untuk dicarikan solusi. Kondisi ini menjadi salah satu konsen dari DPRD Provinsi Jawa Tengah, akan keterbutuhan air bersih untuk masyarakat. Memandang pentingnya hal tersebut, Komisi D DPRD Jawa Tengah mendorong adanya Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengurai hal tersebut.

Ketua Komisi D Alwin Basri berharap pengelolaan air bersih di Jawa Tengah mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melihat kebutuhan rata-rata akan air bersih adalah 150 liter – 250 liter per hari konsumsi rumah tangga. Karena itulah Komisi D menginisiasi lahirnya sistem yang bisa menjamin ketersediaan air bersih sampai ke masyarakat.

“Kita masih bicara tentang kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, belum kita bicara kebutuhan air bersih untuk industri, seberapa besar itu. Satu sisi kita juga perlu untuk menjaga dan memperhatikan aspek lingkungan, seberapa banyak air yang akan habis,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut saat melakukan diskusi dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Senin (1/7/2024).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D Arifin Mustofa mengingatkan sesuai dengan UUD 1945 bahwasanya bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Ini menjadi amanat konstitusi kepada kita bersama, bagaimana pemerintahan bisa menjamin air untuk masyarakat, tanpa tapi. Kemarin sempat ada slentingan masyarakat Kalau mereka masih susah air padahal dekat dengan waduk, embung, SPAM. Yah ini pengingat untuk kita bersama,” Jelas anggota Fraksi PKS dari Dapil VIII Jateng.(azam/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.