Penuhi Hak Informasi Masyarakat, LPPL Perlu Dioptimalkan

IMG 20260126 WA0038

SIARAN PUBLIK. Komisi A DPRD Provinsi Jateng saat menyambangi LPPL Kota Salatiga, Rabu (14/1/2026). (foto priskilla candra cahyaningtyas)

SALATIGA – Komisi A DPRD Provinsi Jateng memantau Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga, Rabu hingga Kamis (14-15/1/2026). Langkah itu diambil untuk memastikan radio milik pemerintah daerah tetap optimal dalam mendiseminasikan informasi pembangunan di tengah gempuran era digital.

​Di Boyolali, rombongan diterima oleh Kabid Informasi & Komunikasi Publik Diskominfo Wulan Rahayuning Nastiti. Dalam paparannya, Rahayu menjelaskan bahwa LPPL Radio Merapi FM terus bertransformasi menjadi wadah aspirasi masyarakat melalui program yang variatif.

​”Kami mengemas program bermuatan agama, seni, budaya, hingga kesehatan secara harmonis. Tujuannya agar pesan pembangunan tersampaikan dengan bahasa sederhana namun tetap patuh pada etika penyiaran,” ujar Rahayu.

​Menanggapi pertanyaan Anggota Komisi A, Tugiman, mengenai tantangan geografis jangkauan siaran, Rahayu menyebutkan bahwa solusi streaming telah disiapkan. Tujuannya agar masyarakat di luar jangkauan frekuensi tetap bisa mengakses informasi secara real-time.

​Wakil Ketua Komisi A, Mukafi Fadli, memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan LPPL di Jateng. Ia menegaskan bahwa radio pemerintah memiliki misi krusial sebagai ‘corong’ pembangunan.

​”Di tengah stigma bahwa radio akan tenggelam, LPPL justru menjadi sangat penting sebagai jembatan informasi pemerintah. Kami berkomitmen memikirkan strategi agar radio-radio di Jateng tetap menjaga eksistensinya,” tegas Mukafi.

​Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi A Sunarno mendorong adanya kolaborasi lintas sektoral. Ia menyarankan LPPL untuk bekerja sama dengan instansi seperti BNN dalam kampanye anti-narkoba serta memperkuat kerja sama antarwilayah, misalnya dengan wilayah Magelang.

​Kunjungan berlanjut ke LPPL Radio Suara Salatiga. Perwakilan Diskominfo Kota Salatiga Enny menekankan bahwa saat radio swasta mulai berguguran karena kendala iklan, pemerintah wajib hadir menjaga LPPL.

​”Ini adalah alat penyampaian hasil pembangunan yang efektif. Kami butuh dukungan berkelanjutan bagi staf yang terlibat agar semangat pelayanan tetap terjaga,” ungkap Enny.

​Salah satu keunggulan Radio Suara Salatiga adalah penguatan predikat Salatiga sebagai Kota Tertoleransi. Melalui program ‘Cahaya Pagi’ yang melibatkan pemuka berbagai agama, radio ini sukses memantapkan kerukunan sosial—sebuah langkah yang didukung penuh oleh Komisi A untuk terus dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.

​Melalui monitoring ini, DPRD Jateng berharap LPPL mampu meningkatkan kualitas teknis dan konten siaran guna memenuhi hak informasi masyarakat Jateng secara merata dan berkualitas. (bee/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi