Pentingnya Sinkronisasi RPJPD dengan Program Pembangunan Nasional

Bapem3

FOTO BERSAMA : Jajaran Bapemperda DPRD Jateng berfoto bersama dengan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.(foto: setyo herlambang)

JAKARTA – Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJD) adalah salah satu program pembangunan yang harus dibuat berdasarkan nilai-nilai muatan lokal. Karena itulah harus ada penyelarasan dengan RPJPN yang disusun pemerintah. Tentunya, setiap pembangunan juga melihat semua aspek-aspek yang dapat ditingkatkan baik di semua sektor, terutama daerah dengan potensi yang bisa dikembangkan.

Hal tersebut menjadi pembahasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (20/6/2024). 

Sebagai informasi, rombongan dewan diterima Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II, Bob Ronald F Sagala. Dalam kesempatan itu Ketua Bapemperda Iskandar Zulkarnaen mengatakan harus adanya sinkronisasi program dari tingkat pusat sampai daerah, kabupaten/kota agar nantinya pencapaian pembangunan berjalan maksimal.  

“Antara Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) harus sinkron dengan program yang ada di daerah provinsi dan kabupaten/ kota. Hal ini agar selaras dengan rencana pembangunan yang sudah tersusun dan tertata rapi, termasuk didalamnya ada muatan lokal,” terang legislator asal Gerindra. 

Pun demikian, Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II, Bob Ronald F Sagala memaparkan penting sinkronisasi dengan program pusat terutama pada penataan ruang  baru disusul kemudian dengan pengembangan SDM dan ESDM. Tentunya langkah tersebut dikerjakan secara berlahan dan bertahap. 

“Adanya target Indonesia emas 2045, menjadi acuan pemerintah dalam mengembangkan program pembangunan secara menyeluruh. Dengan sistem, RPJD mengisi ruang, ruang dulu baru dibangun, kaitan dengan SDM, Indonesia emas 2045, warga Indonesia harus diimprove, secara SDM, Singapura  bisa maju mengandalkan sektor jasa, peningkatan SDM, SDM harus didorong total, harus bisa mengikuti perubahan, terkait dengan SDM di goverment, PPPK dan ASN, harus dikoordinasikan dengan terstruktur, ” jelas dia. 

Wakil Ketua Bapemperda asal PKB, Ida Nur Sa’adah mengharapkan nilai-nilai muatan lokal juga harus dimasukkan dalam RPJD, karena setiap provinsi dan kabupaten kota mempunyai ciri khas tersendiri.

“Nilai muatan lokal, berbabis kebudayaan ciri khas daerah-daerah tidak boleh lepas dari program RPJD, sebagai penyeimbang pembangunan berkelanjutan antara modern dan nilai lokal, ” tambah dia.(tyo/priyanto) 

Berita Terkait

  • Komisi E Pantau Pelaksanaan ‘Sekolah Rakyat’ di Solo

    SURAKARTA – Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan  mengenyam pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. Mendukung hal itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng memantau pelaksanaan program tersebut, salah satunya ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta.

  • Bamus Setujui Dua Raperda Disahkan

    GEDUNG BERLIAN – Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jateng menyetujui dua raperda untuk dimasukkan dalam agenda sidang pada Rapat Paripurna, Senin (17/4/2017). Kedua raperda itu yakni Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur 2016 dan persetujuan Raperda Barang Milik Daerah serta raperda sistem perencanaan penganggaran terpadu.

  • Sosialisasikan New Normal secara Wajar dan Berguna

    PEKALONGAN – New normal menggema di semua lapisan masyarakat seperti memberikan gambaran bahwa kondisi yang ada saat ini sudah normal. Melihat hal itu, DPRD Provinsi Jateng mengajak seluruh media massa untuk memberikan pencerdasan mengenai makna yang terkandung dalam New Normal tersebut.

  • Aglomerasi Mudahkan Pemetaan Wilayah untuk Investasi

    SURAKARTA – Konsep wilayah aglomerasi Solo Raya merupakan perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah, karena akan mendorong investasi yang masuk dalam berbagai sektor dan perlu adanya dukungan infrastruktur. Sebagai informasi, aglomerasi Solo Raya meliputi Kota Surakarta sebagai sentra pusat kegiatan ekonomi disangga kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sragen juga Wonogiri.

  • RAPAT PARIPURNA: Pokir DPRD & Raperda Usulan Komisi D

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Quatly Abdulkadir Alkatiri, Heri Pudyatmoko, dan Ferry Wawan Cahyono, membuka rapat paripurna, Senin (19/9/2022). Agenda yang dibahas yakni persetujuan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD, Raperda Pengelolaan Kualitas Air & Pengendalian Pencemaran Air Lintas Kabupaten/ Kota.