REMBUG JATENG 2026: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Kunci Pengembangan Subosukawonosraten

IMG 20260603 WA0089

Sumanto. (foto erpan)

BOYOLALI – Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto menegaskan pembangunan kawasan aglomerasi Subosukawonosraten perlu diarahkan pada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurut dia potensi besar yang dimiliki wilayah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten harus dikelola dalam satu ekosistem kawasan yang terintegrasi agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jateng.

Pandangan itu disampaikan Sumanto di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi dan para kepala daerah se-Solo Raya dalam kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jateng 2026 di Pendopo Gedhe Kabupaten Boyolali, Selasa (26/5/2026). “Pembangunan kawasan Subosukawonosraten harus diarahkan pada pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang berbasis budaya lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan selama ini pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut masih berjalan secara parsial dan belum terhubung dalam satu sistem yang saling mendukung. Padahal, konektivitas dan sinergi antardaerah menjadi faktor penting untuk membangun daya tarik kawasan yang kuat dan kompetitif.

1000976101

Ia menilai setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi. Karanganyar dengan destinasi wisata alam dan budaya, Boyolali yang berkembang sebagai tujuan wisata pegunungan hingga Wonogiri dengan kekayaan wisata alamnya, perlu diperkuat melalui dukungan infrastruktur, promosi digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Optimisme Sumanto itu bukan tanpa alasan. Data Pemerintah Provinsi Jateng menunjukkan sektor pariwisata terus mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari sekitar 46 juta orang pada 2022 menjadi lebih dari 74 juta wisatawan pada 2025. Seiring peningkatan tersebut, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng juga terus bertambah.

Menurut dia capaian itu menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki efek pengganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, Sumanto berharap forum rembug pembangunan dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang visioner, kolaboratif, dan implementatif untuk mendorong kemajuan Jateng secara merata.

1000976111

Sementara itu, Gubernur Luthfi mengingatkan pentingnya sinergi seluruh sektor dalam mempertahankan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Menurut dia ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.

“Jateng tetap menjadi lumbung pangan nasional. Pada 2025, kita sudah menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dari jumlah itu 15,6 persen untuk kebutuhan nasional,” kata gubernur.

Karena itu, gubernur meminta setiap daerah memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber-sumber air, kebutuhan irigasi, hingga infrastruktur pendukung pertanian. Dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan pangan juga disampaikan para kepala daerah.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut kondisi pangan di wilayahnya relatif aman karena masih memiliki surplus produksi beras. Hal senada disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Menurut dia Pemkab Wonogiri telah menjalankan program pembangunan 1.000 sumur pantek selama lima tahun. Pada tahun pertama telah dibangun sekitar 293 sumur, sementara tahun berikutnya direncanakan penambahan sekitar 253 sumur.

Adapun Bupati Boyolali Agus Irawan mengusulkan penguatan jaringan irigasi sebagai dukungan bagi daerahnya yang merupakan salah satu sentra pertanian dan sayuran di kawasan Merapi-Merbabu. Dengan perbaikan irigasi, produktivitas lahan pertanian diharapkan dapat meningkat.

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto juga melaporkan kondisi pangan daerahnya dalam keadaan aman. Pada 2025, Sukoharjo mencatat surplus beras sekitar 114 ribu ton, dengan cadangan beras daerah mencapai 57 ribu ton dan cadangan Bulog sekitar 3.500 ton. (ashar/red.)

Berita Terkait