Industri Film & Wisata Tak Perlu Pasrah Berdiam Diri

WhatsApp Image 2020 11 05 at 18.38.58

DIALOG TELEVISI : Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman bersama aktri Sha Ine Febriyanti menjadi narasumber di Stasiun Metro TV.(foto: dewi sekar)

JAKARTA – Bagaimana industri perfilman Tanah Air harus menyikapi tatanan baru selama pandemi Covid-19 ini? Termasuk pengembangan objek wisata yang harus terdampak sehingga kurang begitu menyehatkan. Permasalahan ini menjadi topik dalam diskusi hangat “Pandemi, Film dan Pariwisarta di Jateng” yang dihadirkan Stasiun Metro TV, Rabu (4/11/2020).

Menjadi narasumber dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman serta aktris sekaligus sutradara di News Line Plus Sha Ine Febriyanti.

Sukirman mengungkapkan, semua sektor pengembangan usaha di Tanah Air bahkan dunia sekarang ini sedang bertahan di tengah pandemi. Termasuk perfilman pun, geliatnya kurang begitu menggembirakan. Kondisi tersebut bukan berarti para insan perfilman harus berdiam diri atau pasrah. Bahkan film dan wisata bisa dikombinasikan menjadi perpaduan yang menarik.

Secara keseluruhan pengembangan objek pariwisata di Jawa Tengah, lanjut dia, perlu mendapatkan dukungan. Ia mencontohkan pengelolaan di Malang, Jawa Timur. Di Jatim justru objek wisata dibuat oleh manusia, perpaduan antara alam, teknologi dan manusia,” jelasnya.

Namun, di Semarang seperti kawasan Kota Lama sekarang ini yang sudah cukup membaik dan patut diapresiasi. Terlihat jelas perubahan yang sangat signifikan.

“Saya berharap agar perfilman di Indonesia bisa mengangkat ikon di Jawa Tengah seperti Dieng, Lawang Sewu, dan masih banyak lainnya. Karena masih banyak yang perlu dijelajahi. Ini perlu ada perpaduan,” ucap Kirman.

Sementara Ine memandang dari segi industri film, sebenarnya para pelaku seni sudah mulai beradaptasi dengan situasi pandemi. Butuh waktu supaya geliat perfilman kembali bergairah. Ia pun sependapat film bisa mengangkat potensi wisata daerah.

“Dengan dunia perfilman dapat mengangkat sektor pariwisata daerah tersebut , seperti tempat lokasi syuting, bahkan bisa juga bekerja sama dengan influencer,” ucapnya.

Pentingnya menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, saat melakukan wisata di saat pandemi perlu dilaksanakan. Suatu hal yang harus disiasati orang membuat film tidak lagi di layar lebar. Kreativitas siapa pun dan di mana pun bisa dilakukan. Bahkan dengan sarana dan prasarana yang minimalis bisa membuat film bermutus sepanjang memiliki plot dan alur yang jelas. Dengan perpaduan objek wisata, ia berharap bisa mendongkrak sektor wisata.

“Sejauh ini Jateng paling popular untuk produksi film, seperti syuting film ‘Bumi Manusia’ di Blora cukup menarik wisatawan,” ucap Ine.(dewi/priyanto)

Berita Terkait

  • Pelajari Peningkatan Sektor Pariwisata dari Kota Batam

    BATAM – Sektor pariwisata di Jateng perlu terus ditingkatkan. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengajak diskusi Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam membahas soal event yang selalu menjadi magnet bag para wisatawan. Saat bertemu dan berdiskusi dengan Kabid Promosi Disbudpar Kota Batam Ratnasari di Kota Batam, Rabu (5/7/2023), Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sarno mengaku sangat apresiatif dengan inovasi dan kreasi yang telah dilakukan disbudpar.

  • DPRD Dukung Pengembangan Aset di Sidaharja Tegal

    SLAWI – Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendukung pengembangan aset Pemerintah Provinsi. Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh, saat rombongan Komisi A memantau aset pemprov yang terletak di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2020).

  • DPRD Kota Tegal Pelajari Penyelesaian Tatib

    GEDUNG BERLIAN – Saat ini DPRD Jateng telah menyelesaikan Peraturan Tata Tertib (Tatib) Tahun 2019. Menurut Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD Jateng Fuad Hidayat hal tersebut dilakukan atas pertimbangan kepentingan masyarakat luas.

  • Komisi C Lirik Pengelolaan BUMD milik Pemkab Banyumas

    PURWOKERTO – Dalam proses penyusunan Raperda tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan pengayaan data dan informasi ke sejumlah daerah, salah satunya ke Pemkab Banyumas yang sudah memiliki Perda Nomor 15 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan BUMD

  • Pansus I Pertajam Pasal per Pasal Rancangan Peraturan DPRD

    GEDUNG BERLIAN – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Jateng mulai mengkaji kembali draf rancangan perubahan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib. Pada Jumat (13/5/2022), di Ruang Rapat Badan Anggaran, Ketua Pansus I M Yunus memimpin pembahasan pasal per pasal.

  • Awas! Ada ‘Buta Ijo’ & ‘Anjing Galak’ Sasar Anak-anak

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri mendukung penuh kebijakan Pemprov serta Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Pelibatan masyarakat sangatlah penting, terlebih pemberdayaan masyarakat desa guna membentengi diri dari peredaran narkoba