Ekonomi Syariah di Jateng Berpotensi Besar

Screenshot 20211104

EKONOMI SYARIAH. Ferry Wawan Cahyono dalam acara Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel Novotel Semarang, Kamis (4/11/2021). (foto teguh prasetyo)

SEMARANG – Provinsi Jateng memiliki potensi pengembangan ekonomi syariah yang cukup besar. Potensi tersebut jika dikembangkan akan berdampak positif terhadap perekonomian dan pengembangan kesejahteraan masyarakat secara umumnya. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono, usai mengisi acara Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel Novotel Semarang, Kamis (4/11/2021). 

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Tadi, hasil FGD nya berharap Jateng mempunyai produk hukum berupa peraturan daerah. Dalam rangka menurunkan UU dan peraturan pemerintah terhadap jaminan produk halal dan karena memang hari ini belum,” ungkap Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut.

Ia menambahkan, dengan adanya regulasi tersebut, maka akan menjadikan nilai tambah terhadap produk sektor IKM dan UMKM. Sehingga, nanti produk halal tersebut akan memiliki daya ungkit terhadap peningkatan nilai dan peningkatan ekonomi secara keseluruhan di Jateng. Hal itu juga mengingat sektor tersebut memiliki pangsa pasar yang besar, namun belum tergarap dengan baik.

“Mari kita dorong bersama-sama agar kita mempunyai produk hukum di tingkat regional Jateng sehingga potensi pengembangan ekonomi syariah baik makanan, minuman, pariwisata, maupun kawasan industri halal itu bisa tumbuh. Dan akan bisa berkontribusi, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, FGD yang mengangkat tema ‘Kebijakan Daerah terhadap Pengembangan Industri Halal & Menunjang Perekonomian di Jateng’ itu juga menghadirkan narasumber dari berbagai elemen masyarakat. Diantaranya Wakil Ketua Umum MUI Jateng Profesor Achmad Rofik, Perwakilan Ormas Islam, dan Pengusaha Putranti Laksitareni. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi