Dimonitor, Kinerja Keuangan Bank Jateng Cabang Solo

SOAL KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen Bank Jateng Cabang Solo, Kamis (9/4/2026), membahas soal kinerja keuangan. (foto diana sulistiana)
SURAKARTA – Dalam rangka penyehatan kinerja keuangan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng masih memonitor perkembangan BUMD Jasa Perbankan. Setelah sebelumnya menyambangi Kantor Bank Jateng Cabang Sragen, pada Kamis (9/4/2026) bertandang ke Kantor Bank Jateng Cabang Surakarta.
Saat berdiskusi, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Moh. Budoyono menjelaskan maksud dari kunjungan Komisi C ke Bank Jateng Cabang Surakarta. Dengan diskusi ini, ia meminta ada evaluasi kinerja agar kinerja keuangan menjadi lebih baik lagi.
“Komisi C datang kesini karena ingin mengetahui paparan kinerja Bank Jateng Cabang Surakarta, bagaimana perkembangannya, dan apakah perkembangan Bank Jateng ini bisa bersinergi dengan program dari pemerintah, dan bisa meningkatkan ekonomi daerah terutama daerah Solo Raya ini,” jelasnya.

Sutanti, Pimpinan Cabang Koordinator Bank Jateng se-Solo Raya, menjelaskan pencapaian Bank Jateng KC Koordinator Surakarta. Dipaparkannya, Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai Maret 2026 sudah mencapai 105,98%, total kredit 96,99%, laba 76,19%, dan aset sudah mencapai 101,89%. Untuk rasio Non-Performing Loans (NPL/ kredit macet), dari 2025 sebesar 1,55% sampai Maret 2026 ke 2,70%.
“Dukungan ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah) pendapatan sudah sangat banyak dari layanan digital. Jadi, hampir semua sudah secara digitalisasi. Keuangan pemkot di Surakarta tersentralisasi semua sudah di Bank Jateng,” kata Sutanti.
Ia juga mengatakan ada penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng, termasuk pembentukan Koperasi Merah Putih. “Bank Jateng berkomitmen hadir bersama dengan pemerintah kota,” pungkasnya. (danik/red.)

