Tinggi, Potensi Budidaya Buah di Jateng

Screenshot 20211129

BICARA BUAH. Sumanto (kanan) bersama pengelola Kebun Wisata Jogja Anggur Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Provinsi DIY, baru-baru ini, usai berdiskusi membahas budidaya buah. (foto humas)

BANTUL – Budidaya tanaman buah perlu dikembangkan karena potensi pasarnya yang cukup tinggi. Demikian ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sumanto, saat dihubungi reporter dprd.jatengprov.go.id, Senin (29/11/2021).

Penegasan itu disampaikannya, usai Komisi B menyambangi Kebun Wisata ‘Jogja Anggur’ di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Provinsi DIY pada 25-27 November 2021. Dalam kegiatan itu, Komisi B menggali data dan informasi tentang peningkatan dan pengembangan bibit buah anggur.

“Jika melihat tren sekarang ini, 100 persen buah anggur dari impor. Dari kondisi itu, sebenarnya bisa dikembangkan menjadi buah lokal. Seperti terlihat di Jogja Anggur ini, potensi pasarnya sangat besar karena selama ini 10 persen buah yang dikonsumsi dari impor,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Ia menilai budidaya tanaman buah, khususnya anggur, bisa diterapkan di Provinsi Jateng. Datanya menyebutkan, kebutuhan anggur impor sekitar 15.000 ton sehingga potensi pasarnya masih sangat besar.

“Saya menyarankan agar dinas terkait bisa memberikan pendampingan dan penyuluhan bagi petani lokal. Dengan begitu, budidaya buah bisa ditingkatkan dan ke depan buah lokal bisa merajai pasar,” harapnya.

Ia juga berharap masyarakat, khususnya generasi muda, bisa terlibat dalam pertanian hortikultura tersebut. Untuk itu, ia juga meminta balai pertanian yang ada bisa ikut memberikan edukasi bahwa pertanian hortikultura mampu memberikan pendapatan yang besar.

“Memang diakui, upaya seperti sedikit terlambat, mengingat masa panen buah sekitar 5 tahun. Meski begitu, edukasi soal hortikultura perlu digencarkan agar buah tidak hanya mengandalkan impor,” pungkasnya. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • MUSRENBANGWIL: Blora, Rembang, & Pati Fokus Penanganan Kemiskinan

    BLORA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Quatly Abdulkadir Alkatiri beserta Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Blora Arief Rohman membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Juwana, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora atau Wanarakuti-Banglor, Senin (25//4/2022). Kegiatan Musrenbangwil dipusatkan di Pendapa Kabupaten Blora dengan mengangkat tema “Sinergitas Kebijakan dan Gotong Royong dalam Upaya Menghadapi Tantangan Pembangunan Jawa Tengah

  • MUNAS ADPSI 2019: Bambang Kusriyanto Jabat Wakil Ketua

    JAKARTA – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto mendapat mandat untuk mengisi posisi Wakil Ketua I dalam keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI), Kamis (19/12/2019), di Timor Ballroom Hotel Borobudur Jakarta. Keputusan itu dibacakan oleh Ketua Caretaker ADPSI Baiq Isvie Rupaeda (Ketua DPRD Provinsi NTB).

  • Waspada Bencana, Masyarakat Perlu Pahami soal Mitigasi

    BANDUNGAN – ‘Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana’ menjadi tema dalam kegiatan sosialisasi dan kesiapsiagaan bencana BPBD bersama DPRD Provinsi Jateng. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menyampaikan bahwa Provinsi Jateng merupakan salah satu daerah yang resiko rawan bencana alam tinggi.

  • Bambang Kribo: Gaji GTT Harus Sesuai UMR

    UNGARAN – DPRD Provinsi Jateng mendukung langkah Pemkab Semarang yang sudah menaikkan anggaran di bidang pendidikan, didalamnya memuat kesejahteraan guru tidak tetap (GTT). Dalam hal ini, Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto meminta gaji GTT di seluruh Jateng dapat sesuai dengan upah minimum regional (UMR).