Pabrik Manufaktur Bra di Wonogiri Mampu Menambah Pekerja

MG

KETENAGAKERJAAN : Jajaran Komisi E sedang membahas ketenagakerjaan di PT Liebra Permana, Wonogiri.(Dyana Sulistyana)

WONOGIRI โ€“ Di tengah dampak pandemi Covid-19 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar, ternyata masih ada sejumlah perusahaan tetap bisa bertahan dan semakin berkembang. Salah satunya PT Liebra Permana, perusahaan tekstil di Wonogiri.

Dalam pertemuannya dengan Komisi E DPRD Jateng, Senin (29/11/2021), sebagai perusahaan yang memproduksi aneka bra (beha) justru pada 2021 ini menambah tenaga pekerja. Sampai dengan November ini sudah lebih kurang seribu pekerja.   

Saat berdiskusi, HCGA (Human Capital and General Affair) Manager Tatria Ariesta mengatakan, permintaan bra dari luar negeri semakin banyak. Belum lagi pabrik bra di Thailand dan Vietnam sedang tutup produksi, sehingga permintaan dialihkan ke Indonesia.

“Kami punya 2.447 karyawan, dibandingkan 2020 lalu, pegawai kita kurang dari 2.000,” kata Tatria.

Sekretaris Komisi E Sri Ruwiyati sangat senang dan mengapresiasi berkembangnya PT Liebra Permana. Dalam pertemuan itu pula, ia turut menyinggung perihal kewajiban perusahaan terkait BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Karyawan sebanyak 2.447 itu apa semuanya sudah terdaftar di BPJS Kesehatan dan Naker. Tentang penggajian saya yakin PT Liebra Permana pasti sudah menerapkan Struktur Skala Upah (Susu) sesuai dengan peraturan pemerintah.” kata legislator PDI Perjuangan itu.

Menambahkan, anggota Komisi E Muh Zein meminta agar limbah yang dihasilkan jangan sampai menimbulkan dampak negatif untuk warga sekitar.

Menanggapi hal itu, Manufakturing Director Wicin Sadikeng menjelaskan, semua pekerja sudah terdaftar di BPJS Naker dan Kesehatan. Hanya saja ada delapan orang belum terdaftar karena terganjal sistem. Disebutkan satu karyawan masih memiliki tunggakan mandiri BPJS Kesehatan, ada juga enam orang memiliki data kependudukan yang berbeda antara yang tertera di KTP/KK dengan data di Dinas Kependudukan Catatan Sipil, serta satu orang orang yang masih terdaftar di badan usaha lain.(dani/priyanto)

Berita Terkait

  • Berstatus BLU, RSUP Ngoerah Jadi Rujukan Informasi Data Komisi C

    DENPASAR โ€“ Pelayanan rumah sakit yang prima dan berkualitas tanpa mengutamakan mencari keuntungan menjadi tujuan dari badan layanan umum (BLU). Seperti pengelolaan RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar, sekarang ini rumah sakit milik Kementerian Kesehatan mampu mewujudkan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa.

  • PRIME TOPIC: Pengelolaan Aset Mangkrak

    SEMARANG – Dialog bersama Parlemen Jateng kali ini mengangkat tema ‘Pengelolaan Aset Mangkrak’ di Hotel Noormans Semarang, Senin (16/3/2020). Dalam dialog itu, Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jareng Henry Wicaksono selaku pembicara utama mengatakan optimalisasi pengelolaan aset milik pemprov selama ini upayanya masih minim.

  • Skema Pengangkatan Guru P3K Perlu Disiapkan

    GEDUNG BERLIAN – Komisi E minta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan skema pengangkatan guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang telah Lolos passing grade ujian ASN tahun 2021 secara komprehensif. Sekarang ini masih ada 10 ribu lebih guru yang telah lolos passing grade PPPK tetapi belum mendapati formasi mengajar.

  • MEDIA TRADISIONAL: Seni Hadroh Brebes, Tradisional yang Kekinian

    BREBES – Seni Hadroh merupakan kesenian tradisional yang hampir tersebar di seluruh rumpun suku Jawa dan Melayu, terutama di daerah pesisir Indonesia. Kesenian yang berlatar belakang nilai Islami perpaduan tabuhan dan sholawatan, kini bisa berkembang dengan diisi iringan tabuhan lagu-lagu tradisional Jawa maupun Melayu dengan lagu-lagu Islami modern dan kekinian.