RAPAT KERJA: Bahas Kinerja BUMD secara Estafet

Screenshot 20230612

RAPAT MITRA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng menggelar rapat kerja dengan mitra OPD dan BUMD di ruang rapat komisi, Senin (12/6/2023). (foto ariel noviandri)

GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat kerja, Senin (12/6/2023), Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan sejumlah BUMD. Perusahaan plat merah milik pemprov yang pertama memberikan paparan yakni Bank Jateng.

Dalam paparannya, Aris Setyawan selaku Direktur Kepatuhan & Manajemen Resiko Bank Jateng memberikan penjelasan soal kinerja 2022. Sama halnya dengan Koesnanto selaku Dirut BPR BKK Jateng, yang memaparkan rencana, realisasi, dan target kinerjanya.

Paparan itu dijelaskan masing-masing pihak manajemen BUMD secara estafet. Seperti Dirut BPR BKK Purwokerto Sugeng Prijono, PT. Tirta Utama, dan Akrida.

Saat paparan Jamkrida, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan meminta agar direksi Bank Jateng dapat diundang lagi saat rapat kerja. Pasalnya, dari penjelasan Dirut Jamkrida Jateng Nasir Siregar, sampai sekarang Bank Jateng belum memberikan penyertaan modal seperti yang sudah direncanakan.

“Nanti kami undang Bank Jateng untuk memberikan penjelasan soal itu,” tegas Baginda.

Giliran selanjutnya paparan dari Dirut PT. PRPP Titah Listyorini. Dari paparannya, Titah mengaku pihaknya belum bisa memberikan deviden.

Mendengarnya, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Agung Budi Margono meminta pihak PRPP tetap harus ‘berjuang’ dalam persoalan deviden tersebut. “Kami berharap, saat ada manajemen baru, bisa memberikan paparan rencana kerjanya,” kata Agung.

Paparan selanjutnya dari Ricky Hendriyanto selaku Direktur Keuangan & Kepatuhan KIW dan dilanjut penyampaian dari Dirut SPJT Untung Juanto. Dikatakan bahwa SPJT kini tengah fokus dalam pembangunan pabrik garam di Kabupaten Pati dan Brebes.

Namun, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo menilai laporan kinerja SPJT masih belum terperinci datanya. Ia mencontohkan keuntungan dari bisnis yang telah dicapai belum tersampaikan dengan jelas sehingga perlu penjelasan lanjutan.

BUMD dan OPD selanjutnya yang memberikan pemaparan diantaranya JPEN, Dinkes Provinsi Jateng, dan sejumlah RSUD milik pemprov. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi