Museum Sonobudoyo Jogja Sasar Kaum Muda

Screenshot 20220125

MUSEUM BUDAYA. Komisi B DPRD Provinsi Jateng melihat pengelolaan Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta, di Jalan Pangurakan Nomor 6 Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta, Senin (24/1/2022). (foto muhammad faiz fuadi)

YOGYAKARTA – Dalam hal pengelolaan museum, Provinsi DIY patut diacungi jempol. Lihat saja Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta, di Jalan Pangurakan Nomor 6 Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta.

Meski koleksi museum berisi tradisi dan budaya, namun pihak pengelola tetap berupaya menyasar pengunjung dari kalangan muda. Caranya, promosi museum dilakukan secara online yakni melalui media sosial (medsos). Dengan begitu, dapat meningkatkan animo pengunjung, terutama kaum muda.

Seperti disampaikan Kepala Museum Negeri Sonobudoyo Setyawan Sahli, saat menerima Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Senin (24/1/2022). Ia mengatakan Museum Negeri Sonobudoyo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

“Untuk wisatawan, kami menyasar generasi milenial dengan promosi melalui media online dan offline. Media online seperti facebook, instagram, tweeter. Dan pada tahun ini, akan ditambah dengan tiktok. Secara offline, pihaknya melakukan promosi melalui komunitas budaya yakni melalui kegiatan literasi dengan menggandeng mahasiswa yang ada di Yogyakarta,” katanya.

Di Museum Negeri Sonobudoyo sendiri terdapat 8 ruang pamer. Diantaranya Ruang Wayang, Ruang Senjata, Ruang Topeng, Ruang Batik, Ruang Ukir, Ruang Maenan, Ruang Prasejarah, dan Ruang Bali.

Mendengar hal itu, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jateng Muhammad Ngainirrichadl mengakui pengelolaan Museum Negeri Sonobudoyo tersebut sangat baik. Salah satu magnet wisatawan berkunjung ke Yogyakarta adalah kebudayaan, termasuk museum.

“Apalagi, pengelolaan museum sangat bagus karena menyasar wisatawan dari anak-anak muda atau generasi milenial,” kata Richad, sapaan akrabnya. (faiz/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).