Kinerja KD Bantarangin Wonogiri Perlu Digenjot

IMG

BAHAS KINERJA. Nurul Hidayah (kiri) saat berdiskusi dengan jajaran KD Bantarangin Kabupaten Wonogiri, Rabu (4/3/2020), membahas soal kinerja pengelolaan kebun milik Pemprov Jateng tersebut. (foto sunu andhy purwanto)

WONOGIRI – Dalam rangka monitoring kinerja dan pengelolaan kebun milik Pemprov Jateng, Komisi C DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Kebun Dinas (KD) Bantarangin Kabupaten Wonogiri, Rabu (4/3/2020). Menurut Anggota Komisi C DPRD Jateng Nurul Hidayah, yang memimpin kunjungan kerja, umumnya kinerja dan pengelolaan kebun belum optimal, sebagian memprihatinkan, dan belum bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Lebih lanjut, Politikus PPP itu mengatakan, hampir semua realisasi PAD dari kebun-kebun itu menurun. Tidak sebanding dengan luasan lahan yang dikelola dengan alasan yang berbagai macam seperti faktor cuaca, kekurangan personil dan lainnya. Oleh karena itu, Nurul meminta pengelola kebun-kebun dinas bekerja kreatif, lebih keras, dan tidak menyerah pada kondisi lahan yang dikelolanya.

“Tentu, kami dari Komisi C siap mendukung anggaran apabila ada proposal dan menurut kami realistis dapat mendongkrak PAD,” tuturnya.

Menguatkan hal itu, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Padma Mestikajati menambahkan, bagi Komisi C yang domainnya pendapatan, tentu inginnya setiap tahun PAD dari kebun-kebun Dinas maupun Benih bertambah dan meningkat. “Maka, apa yang bisa kami bantu agar pendapatan dari Kebun Bantarangin meningkat? Kami tunggu usulannya (proposal) secara rinci,” tutur Legislator Partai Golkar itu.

Sementara, Anggota Komisi C lainnya, Bambang Eko Purnomo, mempertanyakan ketersediaan komoditas lain untuk meningkatkan perolehan atau realisasi PAD. “Sebab, kalau masih tebu itu kan kurang baik untuk tanaman lain,” ujar Legislator Partai Demokrat itu.

Merespon hal itu, Kasi Produksi Balai Benih Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng Agus Muhroji mengemukakan KD bantarangin terletak di Desa Wonoboyo Kecamatan Bantarangin Kabupaten Wonogiri mengelola lahan Hak Pakai seluas 9,6 hektare untuk pengembangan Kelapa, Mete dan Tebu. Pada tahun lalu, hanya menghasilkan PAD Rp 107,16 juta dari komoditas tebu saja. Yakni, dengan produktivitas 54,4 ton per hektare sehingga total 277,2 ton.

“Sedangkan kelapa dan mete belum bisa dipanen karena usianya masih muda,” kata Agus.

Menambahi penjelasan, Kepala KD Bantarangin Sukar merencanakan pada tahun ini produktivitas tebu menjadi 60 ton per hektare. “Mohon doanya cuacanya mendukung tahun ini. Juga, kami harapkan kelapa dan mete sebagian sudah dapat dipanen sehingga PAD meningkat,” kata Sukar. (sunu/ariel)

Berita Terkait

  • Kerja Sat Set, Periswara Bagikan 220 Paket Sembako

    SEMARANG – Persatuan Istri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Periswara) Jateng menggelar kegiatan bakti sosial “Periswara Berbagi”, Senin (6/5/2024). Dipusatkan di Ruang Badan Anggaran (Banggar) lt IV, Gedung Berlian DPRD Jateng, ada 220 paket sembako yang dibagikan. Ketua Periswara Jateng Ny Rus Sumaryati Sumanto hadir langsung pada kegiatan itu. Turut mendampingi Ny Galuh Sukirman dan  Ny Anggi Ferry Wawan Cahyono.

  • DPRD Apresiasi Kementerian ATR/BPN Ungkap Mafia Tanah di Grobogan

    SEMARANG – DPRD Jateng mengapresiasi langkah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap sebuah kasus mafia tanah terbesar, yakni dengan potensi kerugian negara senilai Rp3,41 triliun, di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Jateng Muhammad Soleh seusai menghadiri acara konferensi pers kasus mafia tanah di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Senin (15/7/2024).

  • Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat

    PEKALONGAN – Terhambatnya pembangunan infrastruktur akibat kondisi pandemi Covid-19 menjadi topik hangat dalam acara ‘Spesial Dialog Parlemen’ di Lobby Hotel Horison Kota Pekalongan, Kamis (18/3/2021) sore. Dalam dialog itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mengakui adanya hambatan tersebut karena sekitar Rp 2,5 triliun alokasi untuk infrastruktur di refocusing dalam upaya penanganan Covid-19 di Jateng pada 2020.