HARI LINGKUNGAN HIDUP 2023: DPRD Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan

1688449509005

TINJAU STAND : Anggota Komisi D Moch Ichwan bersama Gubernur Ganjar Pranowo melihat salah satu stand pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Taman Rakyat Slawi Ayu (Rasa) Kabupaten Tegal,(foto: teguh prasetyo)

SLAWI – Anggota DPRD Jateng menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Taman Rakyat Slawi Ayu (Rasa) Kabupaten Tegal, Selasa (4/7/2023). Kegiatan diawali dengan melakukan penanaman pohon langka di Taman Bungah Slawi, dilanjut dengan pertunjukkan seni dan pameran produk UMKM bertema lingkungan hidup.

Dalam sambutannya Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan pengelolaan sampah membutuhkan konsistensi dari hulu hingga hilir. Edukasi berkelanjutan harus terus dilakukan, sehingga pengelolaan sampah dapat memberikan nilai tambah. Beberapa contoh pengelolaan sampah di daerah dapat direplikasi sehingga gerakan besar untuk menyelesaikan persoalan sampah bisa dilakukan. Termasuk pengembangan ekonomi sirkular.

Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Muhammad Ngainirrichadl menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dia sangat berharap agar pemerintah lebih memperhatikan mengenai kelestarian alam. Upaya menjaga lingkungan mestinya juga berbarengan dengan menjaga kelestarian hutan karena tidak bisa dipisahkan.

“Jadi hutan yang menjadi penyangga kehidupan, jangan sampai rusak oleh tata ruang yang dimungkinkan terjadinya alih fungsi lahan. Biasanya muaranya kan dari alih fungsi lahan, dari lahan hutan dialihkan menjadi lahan pertanian. Ini yang seringkali merusak hutan,” ungkap

Dia menambahkan, ketika berhadapan dengan pilihan investasi atau pelestarian alam, diperlukan adanya skala prioritas. Mengingat kedua hal tersebut sama pentingnya, sehingga perlu pertimbangan yang tepat. Manakala di suatu daerah kelestarian alam menjadi penyangga, maka jangan sampai dikalahkan oleh investasi.

“Jawa Tengah masih cukup terjaga, memeng beberapa tempat saja yang beralih fungsi untuk pertanian. Semisal di lereng Gunung Sindoro Sumbing itu di kawasan Deres yang harusnya untuk kawasan penyangga ini sudah ada yang dijadikan lahan pertanian. Maka ini harus ada tindakan dari pemerintah. Misalnya menutup kembali lahan pertanian dengan mengganti petani. Jangan sampai petani rugi,” ungkap Sekretaris Fraksi PPP DPRD Jateng tersebut.

Menurutnya, kondisi hutan di Jawa Tengah kalu tidak dijaga, lambat laun juga akan terkikis. Dia juga berpesan agar pembangunan yang ada di Jawa Tengah menghindari lahan hutan yang harus dijaga sebagai kawasan penyangga.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang tersebut, hadir juga anggota Komisi B Muklis dan Abu Nafi. Sementara itu anggota Komisi D hadir Samirun, Mochammad Ichwan, dan Masfui Masduki.(teguh/priyanto)

Info Lainnya

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.