Diskusi soal Pelayanan Kedewanan bersama Setjen DPR RI

1721883180097

SOAL KEDEWANAN. Urip Sihabudin berdiskusi dengan Setmuspim Setjen DPR RI di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Kamis (25/7/2024), soal jadwal kedewanan. (foto teguh prasetyo)

SEMARANG – Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jateng Urip Sihabudin menerima kunjungan Bagian Sekretariat Musyawarah Pimpinan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Kamis (25/7/2024), di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 1 Gedung Berlian. Dalam sambutannya, Kepala Bagian Set. Musyawarah Pimpinan Sekjen DPR RI Dwi Widayanti mengungkapkan tujuan berkunjung guna mendapatkan masukan dan gambaran pelayanan berkaitan dengan fungsi pelayanan kepada pimpinan, baik permasalahan yang sering terjadi, resiko, maupun kiat menghadapinya. 

“Kami juga berharap masukan atau gambaran sharing pengalaman ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kami supaya dapat lebih baik. Mungkin juga inovasi juga barangkali di sini ada yang bisa kami ambil berkaitan dengan pelayanan yang ada di sini,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Urip Sihabudin menjelaskan, dalam proses pelayanan terhadap pimpinan, ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan. Diantaranya fungsi keprotokolan, fungsi keuangan, fungsi ketatausahaan atau administrasi.

Untuk keprotokolan, ada SOP yang mengatur baik untuk Pimpinan maupun Anggota DPRD. Khusus untuk Pimpinan, baik Ketua maupun Wakil Ketua DPRD. Sehingga, dalam setiap acara melekat keprotokolan, mulai pengaturan acara, baik sebagai peserta maupun undangan.

“Selanjutnya adalah fungsi keuangan. Dalam pelayanan disini kurang lebih sama dengan yang lain karena PP Nomor 18 Tahun 2017 mengatur sangat detail mengenai masalah uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan alat kelengkapan, termasuk tunjangan lainnya,” ungkap Urip.

Berkaitan dengan fungsi ketatausahaan atau administrasi, lanjut dia, juga secara umum hampir sama dengan pimpinan yang lain atau kepala daerah karena sistem pemerintahan menjadi satu kesatuan. Satu pintu dari arsip nasional dengan menggunakan aplikasi Srikandi dimana semua administrasi masuk.

“Satu link dengan pemerintah daerah termasuk gubernur, sekda, dan OPD yang lain menjadi satu rumah. Termasuk, tandatangan elektronik tapi jarang dipakai. Beliau lebih nyaman menggunakan tanda tangan basah,” jelasnya.

Pria asal Kabupaten Brebes itu menambahkan, dalam fungsi administratif, guna menjaga semua kegiatan terlaksana dengan baik, setiap bulan diselenggarakan rapat Bamus untuk menjadwalkan kegiatan bulan berikutnya. “Karena setiap bulan kita jadwalkan dengan detil di rapat bamus. Alhamdulillah, semua anggota mengikuti agenda yang terjadwal di rapat bamus tersebut. Jika ada dinamika yang terjadi di masyarakat, maka bisa diubah dengan rapat pimpinan. Dinamika biasanya mengenai keterlambatan penyusunan APBD. Selebihnya, jadwal bamus itu sangat efektif dan jarang meleset,” pungkasnya.

Mendengar penjelasan sekwan itu, Dwi Widayanti mengaku banyak hal yang berbeda antara DPRD Provinsi Jateng dan DPR RI tapi pihaknya mengambil sisi positif bahwa semua sudah diatur dalam forum rapat bamus atau pimpinan. Sehingga, kegiatan bisa berjalan dengan teratur pada setiap bulannya.

“Itu berbeda banget dengan di kami ya pak. Kalau di kami itu, di rapat bamus tidak merinci jadwal kegiatan anggota dewan dan pimpinan. Jadi, cuma menentukan penetapan masa sidang saja ini pak. Kemudian resesnya dari kapan sampai kapan. Paling, rapat paripurna sudah kita bagi hari-hari kapan ada rapat komisi dan badan-badan tapi tidak merinci,” kata Dwi. (teguh/ariel)

Berita Terkait

  • KSPI Wadul Dewan Terkait Upah

    SEMARANG – DPRD Provinsi Jateng mendukung tuntutan para buruh mengenai perbaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Azis, saat menerima audiensi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Wilayah Jateng di Gedung Berlian, Kamis (2/12/2021).

  • Masa Reses, Dewan Fokus Tangani Kemiskinan Ekstrem

    GEDUNG BERLIAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah akan melaksanakan reses masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2022/2023. Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menyatakan, reses masa persidangan kedua ini fokus menangani kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Demikian disampaikannya di sela-sela menerima audensi GP Ansor Kecamatan Bonang, Demak, Selasa (14/2), di Ruang Rapat Pimpinan Lt I Gedung DPRD.

  • Musim Penghujan, DAS di Selatan Jateng Jadi Sorotan

    YOGYAKARTA – Menghadapi musim penghujan yang akhir-akhir ini meningkat di wilayah Jateng, khususnya di daerah selatan, Komisi D DPRD Provinsi Jateng mencari data dan informasi seputar pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pemeliharaan sumber daya air (SDA) untuk keperluan irigasi. Hal itu dilakukan dengan membahasnya bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dirjen SDA Kemen PUPR, yang berkantor di Kota Yogjakarta, Selasa (9/1/2024).

  • ASPIRASI JATENG: Mudik, Puskesmas Buka Layanan 24 Jam

    SURAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota supaya mengoptimalkan layanan puskesmas selama 24 jam. Bahkan puskesmas di sepanjang jalur Pantura telah diminta menyiagakan ambulans serta tenaga kesehatannya untuk penanganan Kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).