Abrasi Sungai Sengkarang Kedungwuni Harus Ditangani

20210827092302 IMG

PANTAU ABRASI. Sukirman memantau abrasi yang terjadi di Sungai Sengkarang Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada 26 Agustus lalu. (foto azam hanif adin)

KAJEN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mengadvokasi tuntutan warga mengenai pengelolaan Sungai Sengkarang Kabupaten Pekalongan, belum lama ini. Sukirman merasa perlu adanya perencanaan yang matang terkait dengan permasalahan di sepanjang sungai yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

“Pada 2019, kami sudah melihat beberapa titik parah di Daerah Aliran Sungai Sengkarang di Kedungwuni ini. Pada tahun ini, kami dapat informasi lagi kalau abrasi parah terjadi di titik berbeda. Oleh karenanya, kami merasa perlu adanya perencanaan yang matang untuk penyelesaian masalah ini,” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa asli Kabupaten Pekalongan itu.

Meninjau langsung ke titik-titik abrasi yang memakan tanah, bahkan rumah milik warga, Sukirman mendorong Dinas Pusdataru dan Bappeda untuk berdiskusi bersama aparatur desa terkait. Menurut penuturan beberapa aparatur desa, tidak sedikit rumah warga yang terancam ambles terbawa aliran sungai.

“Kebetulan kita survei ini saat kemarau, jadi air dangkal. Tapi, kalau sudah musim penghujan, berubah menjadi banjir bandang. Warga susah tidur, apalagi yang tanahnya sudah semakin dekat dengan bangunan rumah,” tuturnya.

Kepala desa Peganden Tengah Wonopringgo A. Rofiq menambahkan setidaknya di Desa Peganden Tengah ada 3 titik parah yang perlu penguatan dinding sungai. Efek dari limpahan air sungai Sengkarang saat musim penghujan juga sangat terasa untuk beberapa anak sungai yang ada.

“Tingkat pengikisan tanah di bibir sungai luar biasa. Itu hampir bersamaan kurang lebih 5 rumah yang hampir menggantung. Jadi, perlu rasanya solusi untuk pengelolaan arus air,” kata A Rofiq, disela sela audiensi yang difasilitasi Sukirman, antara Bappeda Provinsi Jateng, Bappeda Kabupaten Pekalongan, Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, dan Tokoh Masyarakat di sepanjang Sungai Sengkarang Kedungwuni.

Senada dengan A Rofiq, Nana Haifan selaku Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan membenarkan adanya beberapa titik parah sepanjang Sungai Sengkarang khususnya Kedungwuni. “Di Kedungwuni ini, sudah ada lebih dari 15 rumah yang tergerus air dari Sungai Sengkarang. Titik yang mengkhawatirkan kami saat ini ada di belakang MTs Walisongo Kedungwuni. Beberapa warga ada yang mengungsi 1 keluarga,” ungkap Nana. (cahya/ariel)

Berita Terkait

  • Budi Daya Ternak Kambing Masih Menjanjikan

    DEMAK โ€“ Komisi B DPRD Jateng berkunjung ke salah satu budi daya ternak kambing sekaligus jasa jual beli ternak yakni Sambung Berkah Farm yang berlokasi di Jalan Abdul Jalal Dk Karangsambung RT 09 RW 03, Desa Jamus, Mranggen, Demak, Selasa (18/6/20190).

  • Duplikasi Data Kependudukan Perlu Diwaspadai

    BOYOLALI – Persoalan duplikasi data atau munculnya data ganda penduduk menjadi sorotan Komisi A DPRD Provinsi Jateng. Untuk itu, Komisi A meminta setiap disdukcapil dapat mewaspadainya dengan cara pembaruan data atau updating data dalam administrasi kependudukan (adminduk).

  • Pimwan Pererat Komunikasi dengan Kajati

    SEMARANG – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama 4 wakilnya yakni Sukirman, Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono, dan Quatly Abdulkadir Alkatiri melakukan kunjungan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) yakni ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati), Rabu (24/6/2020). Di Kejati, pimpinan DPRD (Pimwan) yang didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) Urip Sihabudin itu bertemu dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Priyanto.

  • Lomba Merias Wajah Meriahkan HUT Ke-20 DWP

    GEDUNG BERLIAN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPRD Provinsi Jawa Tengah memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-20 Dharma Wanita Persatuan dengan mengadakan lomba merias wajah, Selasa (17/12/2019). Digelar di lobi lantai IV Gedung Berlian DPRD Jateng, para istri ASN itu bersemangat merias wajah temannya dengan mata tertutup.

  • Komisi D Apresiasi Penyelesaian Perbaikan RTLH

    SLAWI – Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Tegal terdata masih ada sebanyak 277 rumah sudah selesai diperbaiki. Dalam pantauan Komisi D salah satu rumah milik warga, di Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Kamis (2/5/2024) terbantu dengan pembangunan rumah miliknya sehinga laik huni dan disinggahi.ย