KAJI IRIGASI : Komisi D bersama BBWS Pemali Juwana dalam pembahasan Waduk Kedungombo.(foto: ervan ramayudha)
GROBOGAN – Pengelolaan daerah irigasi untuk daerah aliran sungai (DAS) Serang – Lusi setiap tahun dilakukan pengotimalan supaya saat masuk musim hujan benar-benar berfungsi. Komisi D DPRD Jateng menekankan masalah itu kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Kementerian PUPR.

Mengemuka pada pertemuan Senin (9/12/2024), permasalahan tanggul jebol Sungai Wulan pada Februari 2024 menjadi perhatian bersama. Agar permasalah diharapkan tidak terulang, Komisi D ingin mengetahui antisipasi banjir pengelolaan DAS Serang Lusi terutama dari hulu Waduk Kedungombo.
Anggota Komisi D Andang Wahyu Triyanto menyatakan, saat ini petani di wilayah irigasi Kedungombo meliputi Grobogan, Kudus, Demak, Jepara, dan Pati sudah mulai masuk masa tanam. Oleh karena itu pengaturan air dari Waduk Kedungombo sangat diperlukan supaya area persawahan teraliri dan tidak berdampak secara keseluruhan.
“Pengaturan di Waduk Kedungombo harus tepat. Apakah daya tampung air di Kedungombo masih bagus. Daerah irigasi terutama di sekitar Sungai Serang sudah aman,” ucapnya.

Anggota Komisi D Nurul Furqon berharap sama. Masuknya musim penghujan menjadikan semua pihak terlebih pihak BBWS terus memantau kondisi di daerah irigasi Sungai Serang.
“Saya yang tinggal di Demak, kalau hujan lebat berjam-jam kerap was-was,” ucapnya. Menjawab Komisi D, LM Subekti selaku Kepala Bidang OP BBWS Pemali Juwana menyatakan, secara keseluruhan kondisi sarpras untuk DI Serang-Lusu subsistem irigasi Kedungombo dinyatakan aman. Termasuk daya tampung sangat memadai untuk pengaturan air di wilayah eks karesidenan Pati.(ganang/priyanto)








