BAHAS PERUBAHAN. Bambang Kusriyanto, Ganjar Pranowo, dan Ferry Wawan Cahyono usai rapat paripurna dengan agenda penandatangan nota kesepakatan KUPA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2020, di Lantai 4 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Senin (31/8/2020).
GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna pada Senin (31/8/2020) kemarin, DPRD Provinsi Jateng mendukung alokasi anggaran untuk sektor pertanian dan nelayan. Hal itu ditandai dengan agenda penandatangan nota kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2020.

Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, meski setuju, ada beberapa rekomendasi yang disampaikan DPRD. Diantaranya meminta Pemprov Jateng gencar melakukan sosialisasi dan upaya penegakan hukum untuk memutus penyebaran Covid-19, melakukan recovery ekonomi, dan membuat program yang dapat meningkatkan program pertumbuhan ekonomi.
“Termasuk, penambahan anggaran untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kami memberikan rekomendasi agar anggaran digunakan untuk program pengadaan pakan ternak,” kata Politikus PDI Perjuangan itu didampingi Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar Ferry Wawan Cahyono dan dari Fraksi PKS Quatly Abdulkadir Alkatiri.
Dalam rapat paripurna juga disebutkan ada beberapa dinas yang diusulkan mendapat tambahan anggaran belanja langsung oleh Pemprov Jateng pada APBD perubahan 2020. Diantaranya Dinas Pertanian dan Perkebunan mendapat tambahan anggaran Rp 5 miliar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapat tambahan Rp 850 juta, Dinas Kelautan dan Perikanan mendapat tambahan Rp 5 miliar. Selain itu, ada satu lagi lembaga yang mendapat penambahan dana Rp 3,5 miliar yakni Satpol PP.

Dari penjelasan Gubernur Ganjar Pranowo dikatakan, dengan anggaran yang tidak terlalu besar, maka hanya beberapa yang mendapat prioritas. Diantaranya sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Ia berharap, dengan penambahan anggaran itu, para petani, peternak, dan nelayan bisa dibantu saat menghadapi kondisi tersebut.
“Sama satu lagi Satpol PP. Karena, dalam sebulan lebih ini, kita melakukan penegakan hukum, maka dukungan DPRD terhadap kondisi Jateng dengan perubahan ini mudah-mudahan bisa optimal. Sehingga, program-program yang telah disusun bisa dilaksanakan,” ucapnya, saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna.
Untuk peternak, ia mengatakan akan menggunakan tambahan anggaran itu untuk pemenuhan pakan ternak. Selama ini, persoalan pakan ternak memang kerap dikeluhkan seperti kesulitan jagung, konsentrat, dan lainnya.
“Kalau ini bisa dilakukan, maka para peternak bisa dibantu agar bisnisnya tidak terganggu,” jelasnya.
Sementara di sektor pertanian, tambahan anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan bibit. Karena mendekati kemarau, maka program itu akan digencarkan. Diharapkan pula, anggaran itu bisa digunakan untuk pupuk tapi hal itu masih menunggu pembahasan selanjutnya.
“Saya juga sudah bicara dengan Pak Menteri Pertanian, pupuk kita kurang, sehingga terjadi kelangkaan di beberapa tempat, meskipun yang non subsidi ada. Mudah-mudahan petani mau berpindah pada organik agar mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” jelasnya.
Untuk sektor kelautan dan perikanan, Ganjar akan mengoptimalkan tambahan anggaran itu untuk membantu bahan bakar para nelayan. Solar bagi nelayan akan dioptimalkan menggunakan anggaran itu.
“Sehingga, para nelayan punya satu komponen dalam usahanya itu, dibantu oleh negara,” pungkasnya.
(humas/ariel)







