Penting, Optimalisasi Kinerja BUMD Sektor Pangan

RIN

PABRIK GULA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi PG. Rejo Agung Baru, Kota Madiun, Selasa (30/6/2026). (foto andi rinto purnomo)

MADIUN – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi PG. Rejo Agung Baru, Selasa (30/6/2026). Tujuannya, mendapatkan informasi untuk mengoptimalkan kinerja BUMD yang menangani sektor pangan seperti Jateng Agro Berdikari (JTAB).

Saat berdiskusi dengan jajaran direksi, Imam Nur Slamet selaku General Manager Unit PG Rejo Agung Baru mengatakan perusahaannya mengambil tagline ‘korporasi berbasis koperasi.’ Dijelaskan, selama ini pihaknya bekerjasama dengan para petani untuk meningkatkan produksi dengan sistem koperasi.

“Dengan koperasi, maka produksi tebu dari petani dapat meningkatkan dan berkelanjutan. Sistem koperasi melalui KUD dan mitra petani itu menyiapkan lahan, budidaya tebu, melakukan tebang, muat, dan angkut tebu,” katanya.

1001021594

Secara kapasitas, lanjut dia, kebutuhan pabrik mencapai 6.000 ton tebu/hari. Dari angka itu, untuk memproduksi gula kristal putih yang dikonsumsi rumah tangga.

“Sistem kemitraan dengan petani itu diharapkan bisa efektif menyuplai pasokan tebu ke pabrik,” kata Imam.

Mendengarnya, Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jateng Anton Lami Suhadi menilai JTAB dapat meniru tata kelola yang dilakukan PG Rejo Agung Baru. Bahkan, JTAB pun dapat melakukan kerjasama dengan PG Rejo Agung Baru terkait ketersediaan bahan baku tebu dari petani.

“Dengan begitu, kinerja BUMD di Jateng juga lebih efektif/ efisien sehingga dampaknya ke depan ketersediaan gula di Jateng lebih memadai dan terjamin,” kata Anton.

1001021602

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Asrar menyoroti soal sistem pinjaman koperasi yang dinilai sangat membantu para petani. Untuk itu, perlu pula adanya kredit dari BUMD sektor perbankan di Jateng yang fokus pada sektor pangan/ pertanian/ perkebunan.

“Kredit pertanian perlu didorong agar pertanian di Jateng juga lebih produktif,” kata Asrar. 

Sebagai informasi, PG Rejo Agung Baru yang berlokasi di Kota Madiun itu merupakan unit dari PT. PG Rajawali I di Kota Surabaya. PG Rajawali I sendiri merupakan anak perusahaan dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau lebih dikenal IDFood, induk holding BUMN di sektor pangan. (ariel/red.)

1001021593

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.