Bank Jateng Syariah Perlu Perkuat Ekosistem Industri Halal

IMG 20260313 WA0058

BANK SYARIAH. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat membahas perbankan syariah di Kantor Bank Jateng Syariah CabangYogyakarta, Kamis (12/3/2026). (foto rahmat yasir widayat)

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius memperkuat fondasi ekonomi syariah sebagai salah satu pilar utama dalam rencana kerja pembangunan daerah. Mengacu pada arah kebijakan RKPD 2027, Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Bank Jateng Syariah Cabang Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

​Kunjungan itu bertujuan untuk memantau langsung progres dan strategi pengembangan ekonomi berbasis syariah yang tengah digalakkan oleh bank milik daerah tersebut. Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto menegaskan unit usaha syariah bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak ekonomi yang krusial bagi Jateng. Untuk itu, Bank Jateng Syariah harus terus berinovasi menciptakan produk-produk yang kompetitif.

​”Kami berharap banyak produk unggulan yang ditawarkan oleh unit usaha syariah dari Bank Jateng sehingga pengembangan perekonomian di bidang syariah dapat maju dan ikut bersaing di pasar luas,” ujarnya.

​Menanggapi dukungan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, memaparkan pencapaian impresif sejak unit usaha ini resmi beroperasi pada 21 Maret 2025. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, performa finansial menunjukkan tren positif. Datanya mencatat, pertumbuhan aset melonjak hingga 226% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu mencapai Rp 126,32 miliar.

​”Pencapaian itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap ekonomi syariah. Meski demikian, kami tetap waspada terhadap berbagai kendala teknis dan tantangan pasar ke depan,” ungkap Bambang Widyatmoko.

​Untuk menjaga momentum pertumbuhan, lanjut dia, Bank Jateng Syariah telah menyiapkan 4 pilar kolaborasi strategis guna membangun ekosistem industri halal yang inklusif. Yang pertama, literasi dan perencanaan keuangan syariah bagi masyarakat, kemudian optimalisasi penyaluran pembiayaan berbasis syariah, pendampingan perbankan intensif bagi pelaku usaha kecil, dan terakhir penyediaan akses pembiayaan perumahan syariah.

​Dalam hal ini, Komisi C menilai langkah inklusif dan inovatif itu membuktikan bahwa sektor perbankan mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Tujuan utamanya adalah mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Jateng. (choirul/red.)

Berita Terkait

  • Percepat Realisasi Penanganan Rumah Tidak Layak Huni

    PEMALANG – Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso mendorong pemerintah provinsi terutama Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah untuk segera mempercepat realisasi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Program tersebut sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak.

  • Bambang Kribo: Gaji GTT Harus Sesuai UMR

    UNGARAN – DPRD Provinsi Jateng mendukung langkah Pemkab Semarang yang sudah menaikkan anggaran di bidang pendidikan, didalamnya memuat kesejahteraan guru tidak tetap (GTT). Dalam hal ini, Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto meminta gaji GTT di seluruh Jateng dapat sesuai dengan upah minimum regional (UMR).

  • Gladi Bersih Paripurna Pidato Presiden RI

    GEDUNG BERLIAN – Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jateng Urip Sihabudin memimpin gladi bersih rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, Kamis (13/8/2020). Rapat paripurna itu dijadwalkan pada Jumat (14/8/2020), pukul 8.30 WIB yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

  • Banggar DPRD Banten Kunjungi Gedung Berlian

    GEDUNG BERLIAN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Banten berdiskusi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri membahas soal laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI. Diskusi itu digelar di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Senin (7/6/2021).