Komisi D Dorong Keterlibatan Masyarakat Kelola Sampah

WhatsApp Image 2024 10 25 at 19.52.51

CENDERA MATA : Ketua Komisi D Nur Saadah memberikan cendera mata kepada Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Madiun Bambang Hari WIcaksono.(foto: ganang faisol)

MADIUN – Sampah masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pemecahannya mulai sekarang supaya tidak menjadi permasalahan di kemudian hari.

Ketua Komisi D Nur Saadah mengemukakan, bicara tata kelola sampah tidak hanya berhenti pada tempat pembuangan akhir (TPA) semata. Perlu mempersiapkan pola dari hulu ke hilir atau mulai dari rumah tangga sampai ke TPA.

“Ada penegasan menarik yang dilakukan Pemkab Madiun untuk urusan pengelolaan sampah. Di sini pemerintah berhasil mengajak masyarakat (rumah tangga) untuk mengelola sampah secara mandiri dan terpadu. Dengan demikian bisa mengurangi tonase sampah di TPA setiap harinya,” ucap dia usai memimpin kunjungan kerja Komisi D ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Madiun, Jumat (25/10/2024).

Pada kesempatan itu Komisi D didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng Agung Dwi Haryanto ditemui Sekretaris DLH Pemkab Madiun Bambang Hari Wicaksono.

Sejumlah anggota Komisi D pun turut urun suara. Sugiharto menyoroti mengenai adakah Pemkab Madiun memiliki teknologi pengelolaan sampah. Muh Muhlis Ariston menyinggung soal upaya daur ulang sampah supaya menjadi potensi ekonomi.

Keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah, lanjut Ida-sapaan akrab Nur Saadah, sudah saatnya digencarkan secara massif. Pemprov Jateng melalui DLHK pun sudah harus punya rencana jangka pendek, menengah untuk mengelola sampah terutama dalam hal melibatkan masyarakat.     

Dalam penjelasannya, Bambang menyebutkan saat ini Pemkab sedang gencar menyiapkan dari hulu ke hilir untuk pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah tidak berhenti di TPA saja namun bisa diolah menjadi lebih produktif. Anak-anak pun perlu diajari pengolahan, pemilahan, hingga pemanfaatannya.

Pada 2024, lanjut dia, Pemkab Madiun mengadakan alat incinerator untuk mengurangi tumpukan sampah. Untuk di desa, digencarkan upaya mengelola dana desa untuk penanganan sampah. Di tempat penampungan sementara pun diupayakan 3R atau reuse, reduce, dan recycle.

“Dengan 3R akan menjadikan volume sampah lebih kecil sehingga yang dibuang ke TPA hanya residu. Hulunya segera kita selesaikan dengan keterlibatan semua pihak termasuk jajaran Pemerintah Desa,”  jelasnya.

Agung mengakui perkembangan sampah beriringan dengan perkembangan jumlah penduduk. Karena itu sarana prasarana dan edukasi serta pelatihan pemberdayaan masyarakat pun terus dilakukan. Untuk mencapai zero emission, tidak bisa dibuat seketika. Target pengurangan sampai per tahun hanya 70 persen.(ganang/priyanto)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL: Terus Kembangkan Tari Sintren dan Tari Renggong Manis

    KAJEN – Anggota Komisi B DPRD Jateng Pujo Widiono mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong kesenian tradisional daerah khususnya Kabupaten Pekalongan agar semakin berkembang, bertahan, dan dilestarikan oleh para seniman generasi muda. Hal tersebut disampaikannya dalam pentas kesenian Tari Sintren dan Tari Renggong Manis yang berlangsung di Sanggar Seni Linggo Laras, Desa Linggo Sari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (23/10/2022).

  • Keuangan PT Jamkrida Ditopang Usaha Mikro

    PADANG – Komisi C DPRD Jateng melaksanakan studi banding tentang Pengelolaan BUMD Perbankan (PT Jamkrida) ke Pemprov Sumatera Barat, Kamis (12/3/2020). Menurut Ketua Komisi C Asfirla Harisanto, PT Jamkrida Jateng telah mencapai kinerja positif dengan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) Bruto (cash basis) dari keseluruhan bisnis penjaminan sebesar Rp 56 miliar lebih dengan 113 mitra lembaga keuangan dan koperasi.

  • Siswa SD Muhamadyah Boja Dolan ke Gedung Berlian

    SAMBUT SISWA. Anif Maghfiroh saat menyambut kunjungan SD Muhammadiyah Boja Kabupaten Kendal ke Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Kamis (28/3/2019). (foto azam hanif) GEDUNG BERLIAN – Kamis (28/3/2019) pagi, Gedung Berlian tampak penuh dan berdesakan. Bukan karena ada masyarakat yang datang untuk berunjuk rasa tapi sejumlah siswa dari SD Muhammadiyah Boja Kabupaten…