BAHAS ORMAS : Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda & Olahraga Kota Cirebon guna membahas pemberdayaan ormas kepemudaan.(foto: setyo herlambang)
CIREBON – Belakangan organisasi berlatar kepemudaan terus menunjukkan eksistensinya dari semua sektor dari olahraga, sosial hingga pergerakan kewirausahaan. Tentunya perlu ada perhatian dari pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah, lewat program pemberdayaan.

Penegasan itu disampaikan Komisi E DPRD Jateng saat menyambangi Kantor Dinas Pemuda & Olahraga Kota Cirebon, Senin (1/7/204). Rombongan diterima Kepala Bidang Kepemudaan Abdul Sholeh di ruang rapat.

Dia menyampaikan kegiatan kepemudaan maupun ormas di Kota Cirebon banyak didukung oleh pemerintah. Sejumlah dana hibah maupun non-hibah diluncurkan untuk kegiatan mereka.
“Kegiatan baik dari organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lewat pembagian anggaran yang tentunya diambil dari bagian Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kota. Anggaran diambil sebesar 1 persen, dengan ketentuan tertentu bersinergi dengan pembangunan daerah,” terang dia.
Menanggapi, Ketua Komisi E, Abdul Hamid program tersebut tentunya bisa diimplementasikan di Jateng dari tingkat kabupaten kota hingga provinsi namun harus selaras dengan program pembangunan pemerintah.
“Baik OKP maupun Ormas kepemudaan, perlu adanya dorongan dari pemerintah lewat penganggaran khusus. Tentunya, program tersebut selaras dengan kegiatan pembangunan daerah karena akan sangat men-support kebijakan yang diambil dalam segala sektor. Karena OKP atau Ormas pemuda sangat terkait secara langsung dengan masyarakat,” ujar legislator asal PKB itu.(tyo/priyanto)








