Sumanto Tekankan Arti Penting Grand Design Pertanian Berkelanjutan

1696228261294

DIALOG TELEVISI : Ketua DPRD Sumanto menjadi narasumber dalam dialog televisi, baru-baru ini.(foto: teguh prasetyo)

JAKARTA – Ketua DPRD Jateng Sumanto menekankan pentingnya membuat desain besar (grand design) baru pertanian di Jawa Tengah. Sekarang ini masalah ketahanan pangan sangat diperhatikan terlebih dengan masalah klimatologi (dampak bencana) serta peralihan fungsi lahan maupun keberlanjutan petani itu sendiri.

Sumanto lantas mengutip pernyataan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, supaya pemerintah menjaga keberlangsungan lahan produktif. Tata ruang harus memastikan lahan-lahan subur tidak boleh dialihfungsikan. Sehingga Provinsi Jawa Tengah tetap bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional serta bisa menopang kebutuhan pangan provinsi lain. 

Selain lahan, tambahnya, ketersediaan air juga harus dijaga. Salah satunya dengan membuat waduk dan embung. Hal tersebut sudah dimulai oleh Presiden Joko Widodo dengan membuat waduk yang besar di seluruh Indonesia. Selanjutnya pemerintah provinsi dan kabupaten juga perlu menyiapkan embung dengan skala kecil di daerah masing-masing. Saat ini baru ada 1.300 embung untuk 8.599 desa / kelurahan di Jawa Tengah. Jumlah itu masih sangat kurang untuk menopang lahan pertanian yang ada, minimal satu desa ada 2 atau 3 embung. Sehingga saat musim kemarau, para petani tetap bisa bertani. 

“Prinsipnya air hujan saat musim hujan yang melimpah ruah, harus ditampung dulu jangan langsung turun ke laut. Sehingga bisa dipakai petani saat musim kemarau. Karena saat kemarau, justru saat paling tepat untuk bertani karena tidak ada hama.” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jateng tersebut dalam dialog “Speak After Lunch” di Studio iNews TV Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, salah satu yang menjadi keluhan petani adalah pendapatan kecil, apalagi saat panen raya harga akan turun. Sehingga pemerintah juga perlu memperhatikan pendapatan petani. Dengan menyesuaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP). Ini supaya para petani, khususnya di Jateng sejahtera minimal pendapatan mereka bisa setara UMR.

“Pemerintah juga bisa mendorong pengembangan teknologi pertanian seperti mina padi. Dengan menggabungkan teknik budidaya padi dan budidaya ikan, yang dilakukan secara bersamaan di lahan sawah. Jadi sejak nanam 3 bulan padinya panen dan ikannya juga panen. kalau ikannya nila panennya 6 bulan dan kalau ikan lele 3 bulan. Itu akan meningkatkan pendapatan mereka,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam proses bertani dan beternak 60% keberhasilan ada di bibit. Sehingga kalau bertani bibitnya harus unggul dan beternak bibitnya juga harus bagus. Maka perlu adanya peran Badan Riset Nasional (Brin) atau kalau di Provinsi Jawa Tengah ada Balai Penelitian dan Pengembangan di Sektor Pertanian dan Peternakan. 

“Di situlah kita buatkan Perda Nomor 8 Tahun 2022 tentang Peningkatan dan Pengembangan Balai Ternak, Balai Benih Ikan dan Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan di Provinsi Jawa Tengah. Nanti lulusan perguruan tinggi masuk ke situ jadi peneliti, jadi penelitian terus berjalan. Kalau bibit unggul bisa dihasilkan dan menjadi 60% keberhasilan petani maka ke depan akan lebih baik,” pungkasnya.(teguh/priyanto)

Info Lainnya

  • Disorot, Rasio NPL di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara

    BANJARNEGARA – Hingga Agustus lalu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara tercatat pada angka 43,64%. Realisasi NPL itu masih berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026 sebesar 43,28% maupun target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 sebesar 38,65%

  • Anak Muda Perlu Ikut Berperan dalam Pembangunan Daerah

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomika & Bisnis Unnes berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian, Selasa (22/9/2026). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa tapi ingin menimba ilmu mengenai lembaga legislatif

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang…