MEDIA TRADISIONAL: Tinggi Animo, Gelaran Kuda Lumping Khas Kebumen

20230607144421 IMG

KUDA KEPANG. Pentas Kuda Lumping dalam rangkaian kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional’ di Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, Minggu (11/6/2023). (foto soni dinata)

KEBUMEN – Meski tidak setenar budaya populer, namun Kuda Lumping masih jadi primadona masyarakat daerah. Terkhusus di Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, animo terhadap kesenian khas Kuda Lumping masih tinggi.

Terbukti, saat Bambang Eko Purnomo menggelar kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional’ di Desa Karanggedang, Minggu (11/6/2023), warga setempat berbondong-bondong datang untuk menikmati kesenian tradisional tersebut. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu mengaku sangat mengapresiasi sikap warga yang masih menggemari kesenian lokal.

Dikatakan, Kuda Lumping atau lebih dikenal dengan Ebeg sarat dengan filosofi budaya. Dalam diskusinya bersama praktisi kesenian dan tokoh masyarakat, Ebeg merupakan penggambaran orang yang sedang mabuk/ hidupnya tak teratur tapi saat menggunakan ‘jaran’ maka keduanya menjadi harmonis dan serasi iramanya.

“Kesenian Ebeg itu tidak hanya tontonan tapi ada kajian yang terkandung di dalamnya,” kata B.E.P, sapaan akrabnya.

Untuk itu, ia berharap, sosialisasi melalui kesenian tradisional dapat terus dilanjutkan agar warga dapat berperan aktif dalam pelestariannya. Selain itu, perlu sinergi semua pihak agar kesenian tradisional bisa terus dikembangkan di tengah derasnya arus budaya populer.

“Perlu juga pendidikan karakter SDM khususnya anak-anak terhadap budaya daerah,” pungkasnya sembari menikmati gelaran ‘Pelestarian Kesenian Budaya Kuda Lumping’ dari Paguyuban Langgeng Budoyo. (con/ariel)

Berita Terkait

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Pandangan Umum Fraksi terhadap Perubahan RPJMD

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman bersama Quatly Abdulkadir Alkatiri membuka rapat paripurna yang digelar secara virtual, Selasa (27/4/2021). Rapat yang dihadiri Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo itu mengagendakan pemandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan Perda Provinsi Jateng Nomor 5 Tahun 2019 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2019.

  • PLLT Sarang Rembang Tak Mampu Capai Target PAD

    REMBANG – Komisi C DPRD Jateng memaklumi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor lalu lintas ternak tidak bisa mencapai target, menyusul beroperasinya Tol Trans Jawa. Menurut Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti kondisi seperti itu terjadi tidak hanya di Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) Tanjung Brebes, melainkan juga di PLLT Sarang Kabupaten Rembang.

  • Urai Kemacetan, Flyover Bawen Perlu Dibangun

    UNGARAN – Saat ini, kepadatan kendaraan bermotor di jalan raya tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja tapi juga terjadi di kabupaten. Seperti terlihat di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Semarang, kendaraan bermotor tampak memenuhi jalanan sehingga terjadi macet saat jam-jam sibuk.