Urai Kemacetan, Flyover Bawen Perlu Dibangun

IMG 20201123 WA0032

UNGARAN – Saat ini, kepadatan kendaraan bermotor di jalan raya tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja tapi juga terjadi di kabupaten. Seperti terlihat di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Semarang, kendaraan bermotor tampak memenuhi jalanan sehingga terjadi macet saat jam-jam sibuk.

Melihat kondisi itu, Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto menyarankan kepada pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut. Tujuannya agar ada solusi dalam penanganan padatnya kendaraan bermotor yang berpotensi kemacetan.

Ia bahkan mengusulkan kepada pihak terkait agar ada pembangunan flyover di daerah Bawen. Ia menilai hal itu sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan di jalan raya.

“Dengan adanya flyover, maka bisa mengurai kepadatan, khususnya kendaraan yang akan masuk maupun keluar Kabupaten Semarang,” kata Mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan itu, saat kegiatan reses di Aula Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Minggu (15/11/2020).

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku konsisten mengawal pembangunan yang ada di Kabupaten Semarang. Tidak hanya pembangunan infrastruktur jalan, tapi pembangunan yang ada di pedesaan.

“Mudah-mudahan Kabupaten Semarang ada perubahan. Saya konsisten mengawal pembangunan konstituen guna kemajuan Kabupaten Semarang,” katanya, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening.

Dalam hal pembangunan dan persoalan sosial kemasyarakatan, ia berharap Pemprov Jateng dan Kabupaten Semarang bisa melakukan berbagai sharing seperti bantuan UMKM, jalan usaha tani, maupun bantuan kesenian. 

“Sudah koordinasi dengan gubernur untuk bantuan desa dan bantuan sembako yang tidak kena refocusing. Konsistensi mengawal pembangunan tersebut merupakan kontrak politik menampung dan mengawal aspirasi konstituen,” tegasnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.