HARI SUMPAH PEMUDA 2022: Ayo, Bersatu Bangun Bangsa

20221028073546 IMG

APEL PAGI. Isnaeni mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda di Alun-alun Kabupaten Wonosobo, Jumat (28/10/2022). (foto ariel noviandri)

WONOSOBO – Dalam upacara Hari Sumpah Pemuda tingkat provinsi yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Wonosobo, Jumat (28/10/2022), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk kembali menggenjot semangat nasionalisme. Tema Hari Sumpah Pemuda pada tahun ini yakni ‘Bersatu Bangun Bangsa.’

Saat memberikan sambutan, Ganjar menekankan pada dunia pendidikan. Ia berharap kaum muda tetap terlibat dalam isu pembangunan dan semua pihak harus bisa mendukung semangat kaum muda tersebut.

“Jangan jadi penghambat dengan berbagai aturan. Kaum muda (juga) boleh main tapi tetap bangkit untuk Indonesia,” tegas gubernur.

Dalam upacara itu, turut hadir Pimpinan DPRD Provinsi Jateng yang diwakilkan oleh Anggota Komisi A, Isnaeni. Pada kesempatan itu, ia juga berharap kaum muda bisa kompak membangun daerahnya.

“Seperti saat ini, tidak hanya kaum muda tapi ibu-ibu juga kompak saat melakukan senam bersama. Untuk itu, dengan kebersamaan ini, maka kita semakin mampu menjaga keutuhan NKRI,” kata Politikus PDI Perjuangan itu, usai mengikuti senam bersama gubernur dan pejabat forkompinda seusai upacara Hari Sumpah Pemuda. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.