MEDIA TRADISIONAL: Dua Tarian Topeng Ireng dan Grasak Banteng Wareng Andalan Sawangan

MG

NARASUMBER: Anggota DPRD Endrianingsih menjadi narasumber dalam Media Tradisional di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan.(foto: dyana puspita)

MUNGKID – Media Tradisional (Metra) menggelar kesenian tari khas Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang yakni Topeng Ireng dan Grasak Banteng Wareng. Bertempat di Desa Banyuroto, dua tarian yang lahir di lereng Gunung Merbabu mampu memantik perhatian pengunjung. Dalam kesempatan itu anggota DPRD Jateng Endrianingsih menjadi narasumber bersama Yanto Kepala Desa Banyuroto  dan Siswanto selaku seniman.

Endri menjelaskan keterlibatan DPRD Provinsi Jateng memajukan kesenian dan kebudayaan tradisional sangatlah penting. Contohnya sekarang melihat kesenian di Kabupaten Magelang ini. Kesenian dan budaya tradisonal ini jangan sampai hilang dan harus komitmen antar pelaku seni dan tetap menjaga kebudayaan bukan hanya kesenian daerah saja, namun ada banyak aspek di dalamnya.

‘’Walaupun saya bukan pelaku seni tetapi setiap melihat pagelaran kesenian saya selalu bangga, karena apa yang ditampilkan menunjukkan kekompakan, seperti dari kostumnya, koreografinya, dan lain sebagainya. Di desa itu harus minimal mempunyai sanggar sendiri yang sudah dari pemerintah langsung (inventaris desa), tetapi ada peluang juga buat kami untuk membantu. Dan seni budaya harus ada sertifikat dari negara/pemerintah,” kata legislator PDI Perjuangan itu, belum lama ini.

Senada, Siswanto selaku budayawan menyarankan perangkat desa dan dinas terkait lebih menggali potensi sejarah suatu kesenian. Seperti  saat 2 tahun lalu, pelaku kesenian selama Covid-19 kecewa, dan baru-baru ini sudah berapa kali ini ada pentas di dusun-dusun.

‘’Menyenangkan sekali membantu dan melatih anak-anak kecil yang antusias dengan kesenian-kesenian yang ada di magelang tepatnya, tari-tarian dan gerakan selalu diganti, kostum selalu ada perubahan. Inovasi selalu ada, agar penonton tidak bosan. harus ada anak-anak muda yang lebih fokus ke sosial media untuk lebih menarik,” jelas Siswanto.

Yanto selaku kepala desa setempat juga menanggapi  nantinya bisa membantu masyarakat desa seperti pengelolaan anak-anak muda, agar bisa belajar tentang kesenian dan mempermudah orang tua untuk memantaunya dan menghindari hal-hal negatif.

“Kesenian ini juga dipentaskan di carnaval desa, acara Agustusan. Sebelum ada pandemi selalu ramai, dan baru kemarin 17 Agustus ada pementasan kembali. Setelah 2 tahun tidak pernah tampil ‘’ terang Yanto.(dyana/priyanto)

Berita Terkait

  • Hai Pemuda! Ambil Peran dan Prestasimu untuk Negeri

    JEPARA – Peringatan ke 96 Hari Sumpah Pemuda tingkat Jateng dipusatkan di Jepara. Serangkaian acara telah digelar baik di pendapa kabupaten sampai upacara di Lapangan Pantai RA Kartini, Kec. Bandengan. Peringatan kali ini mengambil tema : “96 Tahun Maju Bersama Indonesia Raya, Jawa Tengah Maju Gemilang”.

  • MEDIA TRADISIONAL: Saatnya Cilacap Bangkitkan Kesenian Khas Banyumasan

    CILACAP – Kesenian khas Banyumasan di Cilacap perlu didorong untuk dapat bangkit kembali. Penegasan ini disampaikan anggota Komisi E Inna Hadianala saat mengisi acara Media Tradisional “Membangun dan Memberdayakan Perekonomian Rakyat Berbasis Kesenian” di Objek Wisata Curug Mujan, Desa bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Sabtu (17/12/2022).

  • Pansus Pajak Daerah Kunjungi Samsat Salatiga

    SALATIGA – Panitia Khusus (Pansus) Pajak Daerah DPRD Provinsi Jateng kembali mencari data dan masukan guna penyusunan Raperda Pajak Daerah. Kali ini, pansus memantau perkembangan dan kinerja yang terdapat di Kantor UPPD Samsat Kota Salatiga, Selasa (1/9/2020).